Categories: BERITA UTAMA

Langkah Pemulihan Harus Segera Dilakukan di Bibida

JAYAPURA – Konflik bersenjata di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah mengakibatkan ratusan warga di daerah tersebut mengungsi ke Nabire dan Enarotali.

Atas konflik yang mengakibatkan terjadinya pengungsian di daerah itu, Komnas HAM Papua meminta langkah langkah pemulihan harus segera dilakukan.

“Kami apresiasi langkah yang dilakukan Pemda setempat, namun jauh lebih penting adalah upaya pemulihan. Sehingga para pengungsi tidak terlalu lama berada di lokasi pengungsian,” kata Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (20/6).

Lanjut Frits, pemulihan kepada masyarakat yang sedang mengungsi maupun korban yang meninggal saat konflik terjadi sekali pun dia sebagai OPM harus mendapat perhatian. Dengan begitu bisa menyelesaikan pokok persoalannya secara bertahap.

“Kami yakin operasi yang dilakukan Satgas Gabungan merupakan operasi yang terukur, kiranya OPM melihat situasi ini sebagai sebuah situasi kemanusiaan yang harus dipikirkan. Sehingga aksi aksi kekersan bisa dihentikan dan masyarakat tidak menjadi korban,” kata Frits.

Frits juga mengingatkan bahwa dalam penegakan hukum harus terukur dan tidak melakukan tindakan brutal. Terlebih, aparat keamanan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap.

“Fasilitas aparat yang lengkap harus digunakan secara terukur supaya operasinya tidak mengakibatkan korban lebih banyak,” tegasnya.

Korban yang dimaksudkan Frits bukan hanya korban jiwa, melainkan ternak, kebun, rumah milik warga setempat tidak menjadi sasaran dari operasi yang dilakukan aparat. “Kita harap operasi tidak salah sasaran, harus terukur agar pemulihan keamanannya cepat ditangani,” ujarnya.

Terkait peristiwa di Bibida, Frits mengatakan pemerintah sudah mengambil langkah upaya penanganan. Bahkan Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk, berkunjung ke Paniai.

“Pemda setempat sudah mendatangi para pengungsi, artinya pemda sudah melaksanakan kewajibannya untuk melihat kondisi fisik mereka dan mengambil langkah langkah penanganan,” kata Frits.

Selain itu, Komnas HAM kata Frits akan turun langsung ke lokasi untuk melihat situasi dan kondisi di daerah tersebut. “Dalam waktu dekat kami akan turun ke Paniai dan Nabire, sebenarnya apa yang sedang terjadi di daerah itu,” ucapnya.

Sebelumnya, terjadi kontak tembak di Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (17/6). Pasukan gabungan menembak dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), satu di antaranya adalah mantan prajurit TNI yang membelot ke OPM. (fia/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

13 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

14 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

15 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

16 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

17 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

18 hours ago