

Pj. Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk bercengkrama dengan masyarakat Bibida yang mengungsi ke Gereja Katolik Paroki Salib Suci Madi Paniai, Kamis (20/6) kemarin. (Foto : Humas Pemprov)
Pj. Gubernur Papua Tengah Keluarkan Tanggap Darurat di Bibida 14 Hari
NABIRE– Kepala Kampung Kugapa Distrik Bibida, Domianus Songgonau menyampaikan pihaknya saat ini telah meninggalkan kampung halaman, lantaran situasi keamanan yang tidak stabil ditempat tinggalnya itu.
“Kami tinggalkan kami punya gunung, kami tinggalkan kami punya kali, kami tinggalkan kami punya rumah, kami tinggalkan ternak dan gunung. Kami ingin mau pulang, tetapi kami takut. Kami akan kembali ketika situasi sudah aman,” ungkapnya sambil menangis saat melakukan dialog dengan Pj. Gubernur Papua Tengah dan Rombongan di Gereja Katolik Salib Suci Madi, Kamis, (20/6) kemarin.
Domianus meminta kepada aparat TNI-Polri untuk memeriksa seluruh daerah di kampungnya telah bebas dari orang-orang yang melakukan teror terhadap warganya. Akan tetapi untuk menghilangkan trauma masyarakat, agar TNI-Polri non organik ditarik dari Distrik Bibida.
“Apapun namanya, biar OPM atau TPN bahkan TNI non organik harus kosongkan Bibida. Kami saat ini trauma, mendengar tembakan sana sini, itu membuat kami takut. Namun kami akan aman dan terlindung jika Kantor Polsek dibangun disana, lahannya sudah kami siapkam,” pungkasnya.
Sementara itu Danrem 173/PVB, Brigjen Frits Wilem Richard Pelamonia dalam kunjungan Pj. Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk di Kabupaten Paniai untuk memastikan kondisi pengungsi menjelaskan, saat ini kondisi di Distrik Bibida, Paniai Timur, Dogomo dan Duma-dama telah dinyatakan aman dan terkendali.
“Saya sendiri yang memimpin operasi dan saya telah sampai di ujung Distrik Bibida. Hari ini saya pastikan daerah tersebut sudah aman dan terkendali. Saat ini sudah tidak ada anggota TNI-Polri non organik yang beroperasi disana, yang ada hanya anggota organik Paniai, yang tugasnya untuk menjamin keselamatan masyarakat Paniai,” tutur Danrem 173/PVB, Brigjen Frits Wilem Richard Pelamonia kepada wartawan di Gereja Katolik Salib Suci Madi Paniai, Kamis, (20/6) kemarin.
Frits menceritakan masyarakat takut karena kehadiran kelompok kriminal dengan menggunakan senjata datang dari Kabupaten Intan Jaya.
” Kehadiran kelompok pengganggu keamanan ini bahkan telah melakukan tindakan kriminal seperti pembakaran sekolah, kios-kios masyarakat, mobil, perpusatakaan, bahkan pembunuhan, ” ujarnya.
Ia mengatakan alasan TNI-Polri hadir disini, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dan operasi telah kami lakukan serta selesai.
” Saya yakinkan dan menjamin kepada Pj Gubernur dan Pj Bupati, bahwa lokasi Distrik Paniai Timur dan Dibida sudah aman, kami TNI-Polri sudah melakukan pembersihan dan penyisiran. Kami yakin apabila pengungsi kembali ke kampung halamannya, bisa beraktivitas dengan baik,” pungkasnya.
Page: 1 2
Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan warga mendayung perahu tradisional untuk menjemput speedboat yang ditumpangi…
Gubernur Apolo mengatakan kehadiran asrama diharapkan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi…
Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak Rayon…
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemuda dan wirausaha pemula dari berbagai wilayah di…
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jayawijaya kini dijabat oleh dr. Charles Manalagi, Sp.Og untuk periode…
Utamanya adalah terkait karakter yang erat kaitannya dengan lingkungan dan pergaulan anak muda. Ondoporo Keray,…