

Komandan Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani saat tampil dalam Podcast Polri TV di Divhumas Polri, Kamis (17/7). (foto:Humas ODC for Cepos)
JAYAPURA-Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa situasi keamanan di Papua saat ini tidak hanya terganggu oleh aksi kekerasan kelompok bersenjata (KKB), namun juga oleh gerakan ideologis yang lebih terstruktur melalui Kelompok Kriminal Politik (KKP). Kelompok yang menyebarkan separatisme itu dinilai berpotensi jauh lebih berbahaya dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Jika tidak ditangani serius maka bisa menumbuhkan simpati baru dan itu jauh lebih berbahaya,” ujar Komandan Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani usai Podcast Polri TV di Divhumas Polri, Kamis (17/7).
Apalagi KKP juga menggaungkan propaganda Papua merdeka dengan berbagai cara termasuk menggunakan media sosial. KKP menyebarkan paham separatis melalui pendekatan ideologis dan intelektual. Keduanya dinilai sebagai ancaman ganda yang perlu dihadapi dengan strategi cermat dan pendekatan yang adaptif.
Faizal menjelaskan bahwa KKB selama ini dikenal dengan aksi kekerasannya yang brutal, menyerang aparat dan masyarakat sipil dengan senjata api. Sementara itu, KKP bergerak secara halus namun sistematis melalui jalur intelektual, aksi massa, hingga propaganda digital yang mengarah pada agenda separatisme.
Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…
Komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan mendapat apresiasi dari…
Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut…
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumamb, SH, MH menegaskan jika usai dilakukan penangkapan…
Sebuah langkah baru pariwisata berbasis komunitas lahir di Tanah Papua. Lewat Paket Eduwisata dan Sejarah…