“Ancaman KKB nyata dalam bentuk kekerasan, tetapi KKP menyerang melalui ideologi dan kesadaran generasi muda Papua. Ini justru lebih berbahaya dalam jangka panjang karena dilakukan melalui proses kaderisasi, agitasi intelektual, dan pembentukan narasi tandingan terhadap negara,” ungkap Faizal.
Ia menyebut bahwa KKP memiliki jaringan luas, baik di dalam maupun luar negeri. Organisasi seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menjadi ujung tombak dalam menyuarakan agenda separatisme melalui lobi internasional maupun diaspora mahasiswa Papua di luar negeri.
Di dalam negeri, pengaruh kelompok ini masuk melalui jaringan mahasiswa seperti Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang tersebar di berbagai kota studi. Menurut Brigjen Faizal, kelompok ini kerap memanfaatkan isu-isu sensitif untuk menggiring opini publik, seperti rasisme, pelanggaran HAM, hingga penolakan terhadap program strategis pemerintah seperti ketahanan pangan, makan bergizi gratis, dan pemekaran daerah otonomi baru.
“Banyak disinformasi dan narasi provokatif yang menyebut program-program pemerintah sebagai bentuk penjajahan baru. Padahal, program tersebut dirancang untuk menyejahterakan masyarakat Papua,” ujarnya.
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…