“Ancaman KKB nyata dalam bentuk kekerasan, tetapi KKP menyerang melalui ideologi dan kesadaran generasi muda Papua. Ini justru lebih berbahaya dalam jangka panjang karena dilakukan melalui proses kaderisasi, agitasi intelektual, dan pembentukan narasi tandingan terhadap negara,” ungkap Faizal.
Ia menyebut bahwa KKP memiliki jaringan luas, baik di dalam maupun luar negeri. Organisasi seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menjadi ujung tombak dalam menyuarakan agenda separatisme melalui lobi internasional maupun diaspora mahasiswa Papua di luar negeri.
Di dalam negeri, pengaruh kelompok ini masuk melalui jaringan mahasiswa seperti Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang tersebar di berbagai kota studi. Menurut Brigjen Faizal, kelompok ini kerap memanfaatkan isu-isu sensitif untuk menggiring opini publik, seperti rasisme, pelanggaran HAM, hingga penolakan terhadap program strategis pemerintah seperti ketahanan pangan, makan bergizi gratis, dan pemekaran daerah otonomi baru.
“Banyak disinformasi dan narasi provokatif yang menyebut program-program pemerintah sebagai bentuk penjajahan baru. Padahal, program tersebut dirancang untuk menyejahterakan masyarakat Papua,” ujarnya.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP…
Sebelumnya, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menyampaikan bahwa perbaikan drainase hingga jalan di kawasan Pasar Lama…
Kapolsek Jayapura Selatan AKP Zakaruddin menjelaskan, kedua kendaraan melaju searah dari Kampung Buton menuju…
Dari total enam warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang sempat melarikan diri, tim gabungan diketahui…
Sinergi tersebut dibangun melalui Rapat Koordinasi Perbaikan Tata Kelola Perencanaan dan Penganggaran (Pokir, Hibah, dan…
Dalam kesempatan ini, Pangdam menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI bukan hanya momentum mengenang…