Ia menilai pengakuan terhadap hak kesulungan wilayah adat merupakan bagian dari roh otonomi khusus yang harus dihormati. Selain itu, ia juga menyerukan agar Pemerintah Pusat menunjukkan keteladanan dalam berdemokrasi di Tanah Papua. “Jangan biarkan suara rakyat diabaikan, sebab bila keadilan diabaikan, maka perdamaian hanya akan menjadi kata, bukan kenyataan,” ujarnya.
Kepada seluruh relawan, simpatisan, dan pendukung, BTM mengajak agar semangat perjuangan tidak padam. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih besar.
“Jangan bubarkan kelompok atau komunitas yang telah terbentuk. Jadikan wadah itu sebagai pengawal kritis dan bertanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan. Kritik yang membangun adalah bentuk cinta terhadap tanah ini,” imbaunya.
BTM juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers di Papua yang disebutnya sebagai penjaga ingatan rakyat dan penuntun arah bangsa. “Tulislah dengan jujur, karena sejarah lebih percaya pada pena yang jujur daripada pada suara yang berkuasa,” katanya.
Mengakhiri pidatonya, BTM menegaskan bahwa perjuangan mereka bersama rakyat Papua akan terus berlanjut meski tidak lagi berada dalam sistem. “Kita tidak kehilangan panggung, kita hanya sedang menyiapkan cahaya baru agar api perjuangan ini kembali menyala lebih terang dari timur,” tutupnya (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…