Categories: BERITA UTAMA

Pemerintah Pusat Berkontribusi Memelihara Kekerasan Bersenjata

JAYAPURA – Eskalasi kekerasan yang terus meningkat di Papua diprediksi akan terus memakan korban jiwa baik warga sipil maupun aparat keamanan. Ini dikatakan tak lepas karena aktor utama sumber kekerasan berdarah ini belum sadar dan tidak melakukan evaluasi atas kebijakannya yang diambil.

Sumber utama kakerasan berdarah yang dimaksud adalah negara atau pemerintah pusat. Mereka dikatakan secara tidak langsung telah membiayai OPM dengan program dana desa atau dana kampung.

“Saya sudah lakukan riset bahwa sejak tahun 2021, atau sejak perubahan kedua UU Otsus Papua, dana desa yang masuk ke Papua, setiap tahun 330 – 337 juta US dolar atau sekitar Rp 5,4 – Rp 5,5 triliun rupiah,” jelas salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung memaparkan hasil penelitiannya saat menghubungi Cenderawasih Pos, Minggu (18/5).

Ia menyampaikan bahwa belum ada mekanisme kontrol dan pengawasan yang jelas dan ketat terhadap pengelolaan dana desa membuat dana desa untuk Papua akhirnya menjadi dana revolusioner yang juga digunakan untuk perjuangan Papua merdeka.

“Saya menyebut dana desa di Papua dana revolusioner karena sudah digunakan OPM untuk membeli senjata dan amunisi dari anggota TNI dan Polri,” bebernya.

Selain itu uang ini juga digunakan untuk membeli senjata dari luar negeri, terutama dari pasar senjata di Mindanao, Philipina Selatan.

“Senjata otomatis pelontar granat yang sekarang ada di tangan kelompok egianus kogoya di Nduga, dan juga di kelompok taplo di Pegunungan Bintang, itu berasal dari Mindanao. Saya punya data tersebut dan ada tertulis dalam disertasi doktoral saya,” tambah Marinus Yaung.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Perubahan APBD Papua Dikebut, Sejumlah DBH Belum Masuk

  Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…

23 minutes ago

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

  Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…

1 hour ago

Warga Kampung Amunkay Harus Rela Antre Panjang untuk Dapatkan Mitan

Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari,  mereka datang dengan…

2 hours ago

Ada Monopoli Lapak Ilegal hingga Potensi Konflik di Pasar Otonom

   Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…

2 hours ago

250 Anak Terlantar di Mimika, Tidak Adanya Rumah Singgah Jadi Kendala

Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…

3 hours ago

Langsung Usung Tiga Poin

Kontra Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembuktian dari pelatih baru…

3 hours ago