

Wali Kota, Abisai Rollo saat tanam perdana di Kampung Skow beberapa waktu lalu. Foto: Takim/Cepos
JAYAPURA — Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor-sektor potensial yang ada di wilayah kampung. Kepala Kampung Holtekam, Fery Adrian Mansi mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurut Fery, terdapat sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Kampung Holtekam, di antaranya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kelompok tani tambak, budidaya ikan lele, hingga berbagai usaha produktif masyarakat lainnya.
“Pada tahun 2027 nanti, kami akan lebih fokus pada penguatan ekonomi masyarakat kampung. Potensi yang ada harus dimaksimalkan supaya bisa memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga,” ujarnya ke Cepos, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Kampung Holtekam memiliki potensi besar di sektor perikanan dan usaha ekonomi kreatif. Namun, pengembangannya masih membutuhkan dukungan pemerintah, baik dalam bentuk pembinaan, pendampingan, maupun penguatan sarana dan prasarana usaha.
Karena itu, Pemerintah Kampung Holtekam akan menyusun sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…