Categories: BERITA UTAMA

Suarakan Penolakan PSN, Seorang Aktivis Diamankan

JAYAPURA – Pembungkaman terhadap masyarakat adat masih terus terjadi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Terbaru, penangkapan paksa terhadap Stenliy Dabujai di depan Gereja Kerahiman Ilahi, Merauke. Kejadian ini terjadi pada 7 Desember lalu namun masih terus dikomentari warga.

Direktur LBH Papua Merauke, Johnny Teddy Wakum mengatakan, yang dilakukan aparat adalah bentuk tindakan sewenang-wenang dan diduga merupakan bagian dari upaya pembungkaman ruang demokrasi bagi suara kaum Awam Kalotik di Merauke.

Teddy menerangkan, Stenliy ditangkap paksa sekira pukul 10:40 WIT. Tepatnya di depan halaman Gereja Kerahiman Ilahi Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

“Tindakan penangkapan paksa tersebut diduga kuat berdasarkan laporan oleh Ketua Dewan Paroki Gereja Kerahiman Ilahi Mangga Dua atas nama Yohanes P Weng dan Seorang Advokat bernama Hendrikus Timotius Talubun,” kata Teddy, dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (17/12).

Tindakan penangkapan ini berkaitan dengan berbagai aksi protes Kaum Awam Katholik terhadap penyataan Uskup Agung Merauke yang mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurut Teddy, penangkapan tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum dan bertentangan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

“Stenly Dambujai ditangkap paksa dan dibawa paksa ke Polres Merauke untuk dimintai keterangan terkait aksi yang dilakukan, setelah itu dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan aksi protes di depan gereja. Padahal, aksi yang sama sudah dilakukan oleh Stenly sebanyak 57 kali di beberapa gereja dan tidak dipersoalkan,” terangnya.

Teddy juga meyayangkan ketika di kepolisian, Stenly telah menyampaikan bahwa tidak akan memberikan keterangan sampai kuasa hukumnya datang, namun permintaan Stenly tidak digubris dan dipaksakan untuk menandatangani surat pernyataan tersebut.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

4 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

4 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

4 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

5 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

5 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

5 days ago