Categories: BERITA UTAMA

Suarakan Penolakan PSN, Seorang Aktivis Diamankan

Sementara Philipus Kraramuya, Advokat LBH Papua Merauke berpandangan bahwa penangkapan secara paksa melanggar HAM jika dilakukan sewenang-wenang tanpa dasar hukum yang jelas, tidak sesuai prosedur KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) seperti tanpa surat perintah, tanpa bukti permulaan cukup, atau melebihi batas waktu 1×24 jam, dan dilakukan dengan kekerasan atau paksaan untuk mengaku, melanggar prinsip praduga tak bersalah dan hak untuk tidak disiksa.

“Penangkapan paksa bisa dibenarkan secara hukum jika sesuai prosedur, misalnya menjemput paksa saksi/tersangka yang tidak patuh panggilan kedua kali, demi kepentingan penyidikan dengan tetap menghormati HAM,” katanya.

Aksi yang dilakukan Stenliy Dambujai sudah sesai dengan dengan hukum yang ada di negara ini sebagaimana Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yakni setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

“Jika kita melihat aksi yang dilakukan oleh Stenly Dambujay jelas-jelas tidak bertentangan dengan aturan mana pun, karena tidak mengganggu aktivitas warga jemat yang beribadah dan dilangsungkan di luar halaman gereja secara damai, aman dan tertib,” pungkasnya.

Sementara kabar terbarunya adalah Stenly telah dipulangkan namun diminta untuk menantangani surat pernyataan.

“Tapi setelah ini kami melihat ada pengerahan aparat di Mangga Dua untuk berjaga-jaga dan ini seperti membatasi ruang untuk menyampaikan aspirasi. Stenly intinya memprotes sikap uskup yang mendukung PSN untuk swasembada gula termasuk singgong dan jagung,” bebernya.

Tedy menambahkan bahwa sebagai pihak yang melakukan pendampingan hukum, yang dilakukan pemerintah ini berkaitan dengan kepemilikan atas tanah adat.

“PSN merampas, menyerobot tanah adat dan merusak dusun-dusun sebagai sumber kehidupan. Selain itu ada akses jalan sepanjang 130 Km yang dibuka bukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat melainkan lebih untuk kepentingan investor. Untuk mobilisasi kayu keluar dari hutan dan berjalannya PSN. Jalan yang diusulkan masyarakat bukan ini tapi malah ini yang dibangun,” tutupnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Selalu Dapat Untung Ketika Persipura Main, Tapi Saat Kericuhan Menimbulkan TraumaSelalu Dapat Untung Ketika Persipura Main, Tapi Saat Kericuhan Menimbulkan Trauma

Selalu Dapat Untung Ketika Persipura Main, Tapi Saat Kericuhan Menimbulkan Trauma

Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura…

1 day ago

Diminta Kerja Lebih Maksimal, Hasil Monitoring Harus Jadi Bahan Evaluasi Semua OPD

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

1 day ago

Edarkan Tramadol Ribuan Butir, Seorang Pemuda Bekuk

Edarkan Tramadol yang diketahui masuk dalam jenis obat keras ribuan butir atau tepatnya sebanyak 1.721…

1 day ago

Banyak Perusahaan Diduga Langgar Hak Pekerja, Disnaker Kesulitan Bertindak Karena Karyawan Tak Berani Melapor

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Djoni Naa, mengungkapkan masih banyak oknum perusahaan di…

1 day ago

Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kerusuhan di Stadion LE

Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…

1 day ago

Presiden Bantu 10 Sapi Kurban, Berat di Atas 800 Kg

Plh Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Irene Pagawak mengatakan seluruh sapi bantuan presiden…

1 day ago