Categories: BERITA UTAMA

Buntut Putusan MK, Pendukung BTM-CK Gelar Aksi Protes

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu, merespons langsung desakan massa. Ia menegaskan pihaknya akan menyurati Presiden RI terkait putusan tersebut.

“Putusan ini sangat melukai hati rakyat Papua. MK sama sekali tidak mempertimbangkan fakta-fakta persidangan yang sudah disampaikan,” kata Mofu.

Ia juga menilai putusan MK kali ini mencederai peran dan sejarah panjang GKI di Papua.

“GKI telah hadir di Papua jauh sebelum kemerdekaan RI dan sebelum proses integrasi Papua ke dalam NKRI. GKI memiliki peran penting dalam sejarah bangsa ini. Namun sayangnya, negara justru mengabaikan peran tersebut. Kami merasa dikhianati,” tegasnya.

Dalam pernyataan emosionalnya, Pdt Mofu mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap keputusan MK. Ia bahkan menilai keputusan tersebut membuat rakyat Papua menyesal telah menjadi bagian dari Republik Indonesia.

“Saya nyatakan pada hari ini, kami rakyat Papua sangat menyesal bergabung dengan republik ini. Kami sangat menyesal. Keputusan MK ini jelas-jelas melukai hati rakyat Papua yang sudah dengan sukarela memberikan hak suaranya untuk BTM-CK,” ujarnya lantang.

Meski demikian, ia tetap mengimbau seluruh pendukung BTM-CK agar tidak terprovokasi dan menjaga situasi tetap kondusif. “Mari kita tetap jaga suasana yang ada. Kita berjuang dengan kebenaran dan kejujuran, bukan dengan kekerasan,” pungkasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka TunggalKodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

2 days ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

2 days ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

2 days ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

2 days ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

2 days ago

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

2 days ago