Hal senada juga dikatakan salah satu pedagang sembako di Kios Pasar Sentral Hamadi, Nikmah, menyebut ketersediaan merek beras premium di Jayapura jauh lebih terbatas dibanding di Jawa, sehingga risiko oplosan lebih kecil.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, turut angkat bicara. Ia menyatakan belum ditemukan merek beras premium yang diduga oplosan di Papua. Namun, ia tetap meminta kewaspadaan dan pengecekan lebih lanjut untuk mencegah masuknya beras oplosan ke wilayah Papua. Ia berharap distributor besar dapat berkolaborasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan beras sesuai prosedur dan memenuhi kebutuhan pasar.
“Jika ditemukan pelanggaran, Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan akan bertindak,” tegasnya.(kar/dil/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey menjelaskan, anggaran Rp104 miliar tersebut bersumber dari dana Otonomi…
Pengembalian barang bukti tersebut berasal dari perkara atas nama Syamsul Hadi alias Hadi, yang telah…
Persipura kini berada di peringkat tiga dengan koleksi 34 poin. Mereka terpaut satu poin dari…
‘’Ini sebenarnya masih rana kewenangan dari teman-teman penyidik kepolisian Resor Merauke. Namun saya sebagai…
Korban diketahui bernama Andi Kawer, seorang mahasiswa di Kota Jayapura. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persipura…
Pemberian nama jalan ini pun menjadi sorotan beberapa pihak lantaran dianggap harus dilakukan sesuai mekanisme…