Hal senada juga dikatakan salah satu pedagang sembako di Kios Pasar Sentral Hamadi, Nikmah, menyebut ketersediaan merek beras premium di Jayapura jauh lebih terbatas dibanding di Jawa, sehingga risiko oplosan lebih kecil.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, turut angkat bicara. Ia menyatakan belum ditemukan merek beras premium yang diduga oplosan di Papua. Namun, ia tetap meminta kewaspadaan dan pengecekan lebih lanjut untuk mencegah masuknya beras oplosan ke wilayah Papua. Ia berharap distributor besar dapat berkolaborasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan beras sesuai prosedur dan memenuhi kebutuhan pasar.
“Jika ditemukan pelanggaran, Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan akan bertindak,” tegasnya.(kar/dil/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura resmi membuka Rapat Paripurna Istimewa Masa Persidangan II Tahun…
Memasuki semester kedua tahun anggaran 2026, Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan atensi khusus terhadap proses…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo melalui Wakil Wali Kota, Rustan Saru, memaparkan berbagai capaian pembangunan…
Ia menyebutkan, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Sementara…
emerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pendataan penerima program…
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus melakukan berbagai untuk memprimosikan keunggulan-keunggalan sektor pariwisata. Kali ini adalah…