Hal senada juga dikatakan salah satu pedagang sembako di Kios Pasar Sentral Hamadi, Nikmah, menyebut ketersediaan merek beras premium di Jayapura jauh lebih terbatas dibanding di Jawa, sehingga risiko oplosan lebih kecil.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, turut angkat bicara. Ia menyatakan belum ditemukan merek beras premium yang diduga oplosan di Papua. Namun, ia tetap meminta kewaspadaan dan pengecekan lebih lanjut untuk mencegah masuknya beras oplosan ke wilayah Papua. Ia berharap distributor besar dapat berkolaborasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan beras sesuai prosedur dan memenuhi kebutuhan pasar.
“Jika ditemukan pelanggaran, Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan akan bertindak,” tegasnya.(kar/dil/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…