

Kondisi talud Kali Acay yang ambles dan hewan peliharaan masyarakat setempat ikat di pinggir jalan, Kamis (17/7). (FOTO:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Talud di sepanjang Kali Acay kian memprihatinkan. Selain kondisi kali yang sering tergenang dengan sampah plastik tetapi juga kondisi talud penyangga mulai terkikis air.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di beberapa titik sepanjang kali Acay terlihat talud penyangga mulai ambles. Kondisi ini jika tidak cepat diatasi maka kemungkinan bisa bertambah rusak dan berdampak ke badan jalan.
Tak hanya itu, di pinggir jalan Kali Acay terdapat hewan ternak (Sapi) milik warga setempat. Melihat hal ini tak sedikit warga mengeluh, takut jatuh. Jika, suatu ketika hewan ternak tiba-tiba masuk ket engah jalan. Selain itu, bau tak sedap juga muncul dari kotoran ternak itu.
Ibu Ana (42) warga setempat menyebut kondisi talud saat ini mengalami kerusakan cukup parah. Bagian bawah talud tampak tergerus aliran air sungai. Apabila dibiarkan, talud bisa ambrol dan membahayakan warga di sekitarnya.
“Kondisinya sekarang sudah tergerus. Kalau dibiarkan, bisa menggerus pondasinya (talud) dan menyebabkan ambles,” kata Ana kepada Cenderawasih Pos, Kamis (17/7) siang.
Ia menuturkan akan segera menindaklanjuti kerusakan pada talud tersebut. Pasalnya, kerusakan yang terjadi cukup memprihatinkan, karena lokasi talud berada di dekat pemukiman warga serta mengancam banjir di masa mendatang.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…