

Sejumlah pasien yang mendaftar untuk berobat di RSUD Jayapura. (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Anggaran operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada masa kepemimpinan almarhum Gubernur Papua Lukas Enembe, anggaran rumah sakit ini pernah mencapai Rp500 miliar. Namun pada tahun anggaran 2026, anggaran operasional RSUD Jayapura turun drastis menjadi Rp104 miliar.
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey menjelaskan, anggaran Rp104 miliar tersebut bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp24 miliar dan pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar Rp80 miliar.
“Dana ini digunakan untuk membiayai seluruh operasional rumah sakit, termasuk belanja pegawai, belanja operasional, serta belanja modal,” ujar Andreas saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (23/1).
Ia menerangkan, dengan jumlah pegawai sekitar 1.300 orang yang terdiri dari ASN, tenaga honorer, petugas kebersihan (cleaning service), dan petugas keamanan, anggaran tersebut harus menanggung beban gaji dan tunjangan pegawai.
“Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk kebutuhan operasional seperti pengadaan obat-obatan, makanan pasien, bahan habis pakai medis, pembayaran listrik dan air, serta belanja modal berupa pengadaan alat kesehatan, termasuk mesin anestesi dan peralatan penunjang lainnya,” jelasnya.
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…