

Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat melakukan penanaman perdana di optimalisasi lahan di Kampung Sermayam II, Distrik Tanah Miring Merauke, baru-baru ini. (foto: Sulo/Cepos )
MERAUKE – Menteri Pertahanan RI yang juga Presiden Terpilih Prabowo Subianto dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Merauke diawal bulan Juli 2024 mendatang. Rencana kedatangan calon orang nomor 1 di Indonesia itu saat ini sedang dipersiapkan oleh Pemprov dan Pemkab Merauke bersama dengan TNI-Polri.
‘’Kami bersama dengan TNI, teman-teman di Korem dan Kodam mempersiapkan kedatangan presiden terpilih, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Rencana tiba tanggal 8 Juli 2024,’’ kata bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, di Merauke, Minggu (16/6).
Fokus kedatangan Prabowo ke Merauke, ungkap Romanus adalah untuk melihat potensi yang ada di Merauke-Papua Selatan. Lokus kunjungan itu berada di Salor I Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik. ‘’Sekalian panen dan penanaman padi,’’ katanya.
Dikatakan, Merauke menjadi perhatian karena Prabowo ingin sebelum dilantik di bulan Oktober 2024, ada sesuatu yang sudah dibuat untuk Indonesia dan rakyat.
‘’Yang terpenting bahwa ke depan ini, dunia akan mengalami krisis pangan. Sehingga mau tidak mau Indonesia harus menjadi salah satu sumber pangan di dunia. Potensi yang tersebar di negara kita harus betul-betul dipacu untuk dikembangkan. Karena itu, kita terima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah ditugaskan Presiden dan juga oleh Menteri Pertahanan untuk bagaimana potensi pertanian di Merauke terus dikembangkan,’’ tandasnya.
Pemerintah pusat, lanjutnya sangat memberikan perhatian yang besar untuk Merauke, dimana dalam beberapa bulan terakhir ini banyak pejabat pusat yang datang ke Merauke. Tak lain adalah untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang sudah dikelola selama ini seluas 63.000 hektar.
‘’Dari 63.000 hektar itu, untuk tahap pertama kita turunan menjadi 40.000 hektar. Kenapa kita optimalkan, karena indek panen kita hanya 2 kali dalam setahun. Itupun tidak maksimal dengan produktivitas kita. Penghasilan tidak memadai dengan potensi yang kita miliki. Jadi kita baru panen padi untuk beras bersih di kisaran 1,5 ton atau 2 ton. Seharusnya kita sudah bisa menghasilkan 6-8 ton gabah. Nah, potensi ini yang dilirik pemerintah pusat untuk bagaimana lahan yang sudah digarap selama ini dapat dioptimalkan,’’ tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…
Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…
Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…
Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…