Brigjen Endra menegaskan bahwa ia sama sekali tidak berniat mengintimidasi, menutup gereja, atau mencampuri urusan agama.
“Saya hanya ingin tahu saja, murni sebagai orang baru. Tidak ada satu katapun dari saya untuk menutup gereja atau mengotak-atik masalah agama,”tegasnya. Ia menambahkan bahwa TNI sangat menjunjung tinggi NKRI dan tidak mungkin membubarkan tempat ibadah.
Rindam XVII/Cenderawasih, selalu menyampaikan kepada peserta pendidikan bahwa di lingkungan Rindam terdapat fasilitas ibadah, baik gereja maupun masjid. Saat ini, Brigjen Endra tengah fokus melakukan pembenahan fasilitas, termasuk pembersihan kawasan dan penyediaan sarana seperti lampu jalan demi kenyamanan penghuni Rindam maupun masyarakat sekitar. Ia berharap kedepannya hubungan baik kedepannya akan tetap terjalin baik oleh masyarakat maupun dengan media. (ana/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menilai pembatasan akses terhadap rekening nasabah, termasuk dalam…
Melalui akun media sosial pribadinya, Mahfud melontarkan pandangan bernada heran namun tetap terbuka terhadap inovasi…
Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…
- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…
–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…