Categories: BERITA UTAMA

Soal Lingkungan, Para Paslon Jangan Hanya “Jualan Kecap”

Ketua Papua Trada Sampah, Dina Danomira menyampaikan dengan perubahan dan pembangunan yang cepat di Provinsi Papua, pihaknya meminta agar transparansi dalam penanganan manajemen lingkungan secara lintas sektor.

Perlu ditegaskan kembali regulasi-regulasi manajemen sampah kota yang sudah dari dulu ada tapi tidak diterapkan. Sampah plastik menjadi ancaman besar untuk pariwisata di kota-kota pesisir besar di Papua dan microplastik mengakibatkan penyakit terutama untuk reproduksi perempuan.

“Sesuai dengan target penerimaan APBN 2024 untuk menerapkan cukai plastik, kami mengharapkan pemerintah Provinsi Papua mendukung dan mengimplementasikan Perpres No. 76 Tahun 2023,” benernya.

Sebagai generasi emas bangsa dan daerah, Dina minta partisipasi pemuda lebih ditingkatkan dalam pembahasan lingkungan pemerintah sesuai dengan agenda UN Decade 2030 dan UN SDG 2030. Pasalnya manusia secara global sedang mengalami ancaman terbesar sepanjang sejarah yaitu krisis iklim.

“Kami mendesak calon gubernur, wali kota dan bupati yang esok akan memimpin berbagai daerah di Papua untuk lebih serius menangani krisis iklim sebagai aksi darurat dan tidak boleh ditunda lagi,” ucapnya. “Kami mendesak lahirnya sosok pemimpin yang pro lingkungan, imbuhnya.

Ketua Eco Defender Jayapura, Simon Baru menyampaikan dengan bertambahnya laju pembangunan dan pertumbuhan penduduk di Kota Jayapura dipastikan akan mempengaruhi ketersediaan air bersih. Untuk cawalkot dan wakilnya, Simon mengingatkan untuk memastikan bahwa ketersediaan air harus terjaga.

Ketika perambahan menjadi persoalan maka penegakan hukum menjadi satu cara menghentikan atau mengurangi aktifitas illegal tersebut. Dan itu dikatakan menjadi tugas pemerintah bersama forkopimda.

“Kami memastikan tidak memilih pemimpin yang berlaga di Pilkada 2024 yang tidak memiliki komitmen dan tidak menuangkan visi misi yang berkaitan dengan isu lingkungan mengingat masa depan Papua adalah milik kami yang dititipkan untuk generasi selanjutnya,” tutupnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang berdomisili di kota Jayapura untuk cerdas dalam memilih pemimpin yang pro terhadap lingkungan. Dengan hadirnya pemimpin pro lingkungan maka harus membuat kebijakan yang bisa mengatasi ketersediaan kebutuhan air bersih,”  bebernya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Merauke Jadi Tuan Rumah Sidang Musyawarah Pekerja Lengkap PGIMerauke Jadi Tuan Rumah Sidang Musyawarah Pekerja Lengkap PGI

Merauke Jadi Tuan Rumah Sidang Musyawarah Pekerja Lengkap PGI

Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…

3 hours ago

Arus Balik Nataru di Pelabuhan Jayapura Masih Padat

"Untuk penumpang yang turun dari KM Dorolonda hari ini sebanyak 1.337 orang. Sedangkan data penumpang…

4 hours ago

Palang SD dan SMP di Yoka Akhirnya Dibuka

Meski resmi dibuka beberapa catatan penting yang dapat dipetik dari hasil mediasi dari kedua belah…

5 hours ago

Sembilan Hari Hilang, Dua Nelayan Jayapura Belum Ditemukan

Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua…

6 hours ago

Jembatan Merah Gelap Gulita, Warga Mengeluh

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengendara serta warga sekitar yang melewati jalan…

7 hours ago

Ada Puluhan ASN Terlibat Konflik Kwamki Narama

Penjabat (P) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan bahwa dalam konflik tersebut ternyata…

8 hours ago