Categories: BERITA UTAMA

Pembahasan Pembayaran Pendanaan Beasiswa Masih Alot?

#Orang Tua Adukan Masalah Beasiswa ke Komnas HAM

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menggelar rapat pembahasan tindak lanjut pembayaran dan pendanaan beasiswa program siswa unggul Papua (SUP) di Kantor Gubernur, Selasa (16/1). Rapat tersebut digelar sekitar 3 jam.

Rapat yang digelar secara tertutup di lantai 4, Kantor Gubernur tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Mendagri, Perwakilan PJ Gub Papua Tengah, PJ Gub Papua Pegunungan diwakilkan Asisten 1, PJ Sekda Papua, PJ Walikota, PJ Bupati Sarmi, PJ Bupati Jayapura, Perwakilan PJ Bupati Biak. “Rabu (17/1) baru dilanjutkan kembali rapatnya,” kata Derek singkat.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua, John Reba, berharap melalui rapat tersebut Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah di DOB menghasilkan kesepakatan yang bisa menyelesaikan persoalan beasiswa.

“Dan langkah langkah  yang dilakukan itu ada  yang tujuannya jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” ucap John, didampingi orang tua penerima beasiswa yang sampai saat ini masih menduduki teras utama Kantor Gubernur.

Dijelaskan, pada jangka pendek misalkan menyelesaikan tunggakan biaya kuliah mau pun biaya hidup tahun 2023. Sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat pada 11 januari 2024. Selain itu, bagi 16 anak yang harus melanjutkan pendidikannya di Amerika bisa diberikan finansial garansi.

Sementara jangka menengah, mendata kembali jumlah mahasiswa termasuk mengantisipasi situasi di masa Pemilu yang dilanjutkan dengan Pilkada.

“Jangka panjangnya Otsus masih ada di Papua untuk beberapa tahun kedepan, maka harus ada grand desain terhadap beasiswa yang bersumber dari dana Otsus yang tujuannya untuk memberikam kesempatan belajar kepada anak anak Papua, untuk bisa mendapatkan  pendidikan yang berkualitas dan bermartabat  baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, terkait dengan masalah beasiswa, John mengaku pihaknya telah membuat aduan ke Komnas HAM.  “Kami ke Komnas HAM untuk mengadu terutama ada korban sehingga kami mohon untuk ada perlindungan,” kata John.

Dikatakan, aduan tersebut untuk melakukan langkah langkah pencegahan terhadap anak anak kami sehingga mereka ini tidak banyak menjadi korban.

“Jangan sampai mereka di DO atau dipulangkan, sehingga kami minta Komnas HAM bisa memproteksi hak hak anak anak Papua. Sebab pendidikan adalah bagian dari HAM, maka negara memilii kewajiban untuk melindungi dan memberikan kesempatan bahkan mengfasilitasi proses pendidikan,” pungkasnya. (fia/wen)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pura-pura Beli Susu, Hajar Pemilik Kios Hingga Tangan Patah

   Guntur menjelaskan, kejadian bermula ketika korban didatangi seorang pria yang tidak dikenal dengan alasan…

4 hours ago

Pedagang Angkat Isu Pasar Dalam Torang Tanya Wali Kota Jawab

Pemerintah Kota Jayapura segera mengambil langkah untuk membenahi kondisi Pasar Mama Papua yang saat ini…

5 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Sekolah Khusus di Empat Kabupaten

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan berkomitmen memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Salah…

6 hours ago

Soal Kasus di SMAN 4,  Sekolah Diminta Ambil Keputusan Tegas

  Rustan mengatakan, persoalan tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat dan pemberitaan di media…

7 hours ago

Dinsos Pastikan Rumah Singgah Segera Beroperasi

Pemerintah Kota Jayapura memastikan pembangunan dan penyiapan rumah singgah bagi masyarakat penyandang masalah sosial terus…

8 hours ago

Tidak Pernah Direalisasikan, Warga Abe Pantai Malas Sampaikan Aspirasi

Warga Kampung Biak, Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, mengaku jenuh menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi…

9 hours ago