Categories: BERITA UTAMA

Hari ini Panglima TNI, KSAD dan Pangkostrad Terbang ke Papua

JAKARTA – Sementara itu Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda TNI Julius Widjojono menyampaikan. Para prajurit di Papua memang bergerak di bawah komando Mabes TNI. Operasi yang mereka lakukan di bawah kendali panglima TNI. Meski menyebabkan duka, aksi KST di wilayah Mugi-Mam tidak lantas membuat TNI mundur.

Julius memastikan, upaya pencarian dan penyelamatan pilot Susi Air tetap mereka laksanakan. ”TNI sebagai patriot NKRI, tidak pernah mundur sejengkal pun untuk menjaga kedaulatan dan itu masih konsisten dilaksanakan di Papua,” imbuhnya.

  Menurut Julius, seluruh jajaran TNI ingin pencarian dan penyelamatan Pilot Susi Air segera tuntas. Namun, mereka juga ingin tidak ada lagi korban. Untuk itu, operasi yang dilaksanakan TNI bersama Polri bersifat smart operation.

”Dimana kami ingin mengurangi jatuhnya korban,” tegas dia. Bagaimana operasi itu berjalan dan prajurit dari satuan mana saja yang terlibat? dia tidak bisa menyampaikan itu kepada publik. ”Karena itu sifatnya sangat-sangat rahasia,” jelasnya.

Julius menambahkan, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono akan bertolak ke Papua hari ini (17/4). Orang nomor satu di TNI itu akan turut didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak. “Betul,” ungkap Julius mengonfirmasi rencana keberangkatan Yudo ke Papua.

Dia pun menekankan kembali arahan panglima TNI yang meminta seluruh jajarannya di Papua tidak ragu-ragu bertindak. ”Panglima berkali-kali tegaskan jangan ragu-ragu, tegas, dan terukur, dalam lakukan aksi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan duka atas kembali gugurnya prajurit TNI di tanah Papua. Dia berharap, kasus ini segera direspon secara cepat oleh negara. ”Negara harus bertanggung jawab,” ujarnya kemarin.

AHY menjelaskan, kasus ini bukan kali pertama terjadi. Di mana warga sipil, aparat keamanan hingga Warga Negara Asing (WNA) secara bergilir terus menjadi korban KTSP.

Pihaknya menilai, kasus yang terus terjadi menunjukkan penanganan belum berhasil. ”Seolah kita abai terhadap kondisi di Papua. Mana janji yang diberikan Pemerintah untuk menghadirkan kedamaian?,” tagih AHY. Dia berharap, negara bisa menyelesaikan persoalan di Papua harus dengan tangan dingin. Di mana pendekatan keamanan harus dijalankan dengan efektif.

Selain itu, dia juga mendesak agar keadilan dan kesejahteraan bisa diwujudkan. ”Kunci hadirnya kedamaian adalah melalui pendekatan keadilan dan kesejahteraan,” kata putra sulung SBY itu. Terakhir, dia mengajak publik untuk melakukan pencarian terhadap prajurit yang hilang. Diakuinya, pekerjaan itu bukan sesuatu yang mudah, karena medan Papua yang sulit dan cuaca yang ekstrim. (far/syn)

newsportal

Recent Posts

Sepuluh Siswa dari Merauke dan Boven Digoel Ikuti Bimbel Masuk Sekolah Kedinasan

‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…

2 minutes ago

Golkar Papua Selatan Percepat Konsolidasi Hadapi Pemilu 2029

Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…

1 hour ago

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 day ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

1 day ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

1 day ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

1 day ago