Categories: BERITA UTAMA

Kapolda : Banyak Kelompok Ingin Mendapat Pengakuan

JAYAPURA – Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri menyatakan bahwa saat ini banyak kelompok yang berafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  yang ingin mendapatkan pengakuan. Alhasil berbagai cara dilakukan untuk menarik perhatian dan dianggap sebagai satu pemimpin baru di kelompok barunya. Hal tersebut dianggap sudah biasa dimana jika mendapatkan senjata hasil rampasan maka orang tersebut langsung mendeklarasikan diri sebagai pimpinan atau komandan.

“Untuk Yahukimo saya pikir ini bisa juga digunakan untuk pengalihan isu yang dilakukan oleh satu kelompok yang memang mencari popularitas. Lihat saja setelah di Nduga berhasil dengan  membawa pilot maka mereka di Yahukimo juga action dan ini biasa,” jelas Fakhiri di Mapolda Papua, Koya Koso, Selasa (14/3).

  “Setelah mendapat   senjata kemudian minta pengakuan, diangkat menjadi panglima atau pimpinan dalam kelompoknya. Kadang mereka juga ingin disebut komandan dan sanking banyaknya komandan akhirnya kami juga bingung,” sindirnya.

Kelompok Yahukimo sendiri menurutnya masih terdiri dari 1 kelompok dan dari diamankannya 1 orang yang berafiliasi dengan KKB ia menyatakan bahwa keterangan dari 1 pelaku ini akan digali sedalam –  dalamnya untuk membantu pengejaran pelaku penembakan selama ini. Lalu berkaitan dengan pesawat disini Fakhiri sedikit menyayangkan karena pesawat sipil juga dijadikan sasaran.

Padahal secara aturan pesawat sipil tak boleh diganggu. “Dan setahu saya sudah 3 kali terjadi gangguan terhadap pesawat sipil. Inikan seharusnya tidak boleh sebab di undang – undang penerbangan dan hukum perang juga tidak membenarkan ada tindakan gangguan apalagi penembakan terhadap warga sipil,” tegasnya.

   Polisi kata Fakhiri sudah menyampaikan untuk tidak mengganggu  penerbangan di Papua dan jangan hanya pikir untuk diri sendiri sebab masih ada masyarakat yang akan memanfaatkan penerbangan tersebut.

“Untuk Yahukimo kami dibantu TNI akan memperkuat dimana tempat terjadi penembakan terhadap pesawat dan pasca penembakan pesawat pihak maskapai memang meminta kepastian keamanan. Ini akan kami lakukan dan nanti saat saya bertemu bupati akan saya sampaikan juga persoalannya,” tutup Fakhiri.(ade)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

11 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

12 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

12 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

13 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

13 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

14 hours ago