Categories: BERITA UTAMA

PSN Dapat Dukungan dari Dewan Adat

NABIRE — Dewan Adat Meepago melalui Ketua Dewan Adat Meepago Papua Tengah, Wolter Belau, menegaskan komitmen masyarakat adat untuk mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Namun, ia menekankan agar masyarakat adat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaan program.

“Kami bukan hanya mendukung, tapi masyarakat adat juga harus ikut ambil bagian dan berperan aktif,” ujar Wolter Belau dalam kegiatan masyarakat Meepago bersatu mendukung PSN menuju Papua Tengah aman, damai dan sejahtera di aula LPP RRI Nabire, Senin, (13/10).

Menurutnya, Dewan Adat memiliki peran penting dalam menjaga kesatuan dan kedamaian di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar semua pihak menghindari konflik, karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga.

“Tidak boleh ada pertumpahan darah. Tidak ada toko, kios, atau pabrik yang bisa menciptakan manusia. Tuhan menciptakan manusia hanya sekali untuk hidup di dunia ini,” tegasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

13 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

14 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

15 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

16 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

17 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

18 hours ago