Selain itu, memohon kepada seluruh operator penerbangan sipil yang melayani rute di wilayah Papua, khususnya wilayah konflik agar tidak menggunakan pesawat sipil untuk kegiatan pendropan pasukan atau kepentingan non-sipil lainnya.
“Pesawat sipil harus tetap dijaga netralitasnya demi keselamatan awak, penumpang, dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sangat bergantung pada transportasi udara,” tegasnya.
“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta keselamatan bersama. Dunia penerbangan adalah ruang kemanusiaan yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan,” pungkasnya. (rel/fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemkab Jayawijaya menyerahkan satu ekor sapi kepada Panitia…
Sekretaris DPW LDII Provinsi Papua, Ahmad Saefudin, SH, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, proses penyembelihan sebagian…
Gerai Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan akan dibangun di atas lahan dengan luas kurang…
Untuk menyiasati hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi kendaraan, pengelola Terminal Ekspo Waena…
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM resmi dilantik sebagai Ketua DPD II Partai Golkar…
Kehadiran orang nomor satu di Kota Jayapura itu sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap berbagai…