“Mereka (anggota polisi) ini sudah datang sejak tahun 2022 dan saat ini mereka sedang mengikuti tesnya lagi. Kami dari DPRP meminta dengan hormat kepada pak Kapolda agar anak – anak asli Papua ini diutamakan. Tapi jika tidak memenuhi syarat sebaiknya diberitahu kekurangannya agar tidak menumbuhkan harapan,” imbuhnya.
Lalu proses tes dilakukan secara terbuka agar ketahuan dimana kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Kadang mereka merasa putus asa sehingga kami berharap ini bisa diperhatikan apalagi sudah ada pemekaran provinsi jadi untuk menciptakan kebanggaan pemerintah, wajahnya Polda di Papua sebaiknya lebih banyak diisi anak – anak Papua. Kalau polisinya dari luar bisa banyak temui kendala di lapangan. Tapi kalau anak – anak daerah kami pikir masyarakat juga akan merasa memiliki, mereka punya keluarga atau anak yang sekarang bertugas di kampung sendiri,” tutup Miagoni. (ade/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…