“Mereka (anggota polisi) ini sudah datang sejak tahun 2022 dan saat ini mereka sedang mengikuti tesnya lagi. Kami dari DPRP meminta dengan hormat kepada pak Kapolda agar anak – anak asli Papua ini diutamakan. Tapi jika tidak memenuhi syarat sebaiknya diberitahu kekurangannya agar tidak menumbuhkan harapan,” imbuhnya.
Lalu proses tes dilakukan secara terbuka agar ketahuan dimana kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Kadang mereka merasa putus asa sehingga kami berharap ini bisa diperhatikan apalagi sudah ada pemekaran provinsi jadi untuk menciptakan kebanggaan pemerintah, wajahnya Polda di Papua sebaiknya lebih banyak diisi anak – anak Papua. Kalau polisinya dari luar bisa banyak temui kendala di lapangan. Tapi kalau anak – anak daerah kami pikir masyarakat juga akan merasa memiliki, mereka punya keluarga atau anak yang sekarang bertugas di kampung sendiri,” tutup Miagoni. (ade/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…
Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…
Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…
DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…