“Mereka (anggota polisi) ini sudah datang sejak tahun 2022 dan saat ini mereka sedang mengikuti tesnya lagi. Kami dari DPRP meminta dengan hormat kepada pak Kapolda agar anak – anak asli Papua ini diutamakan. Tapi jika tidak memenuhi syarat sebaiknya diberitahu kekurangannya agar tidak menumbuhkan harapan,” imbuhnya.
Lalu proses tes dilakukan secara terbuka agar ketahuan dimana kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Kadang mereka merasa putus asa sehingga kami berharap ini bisa diperhatikan apalagi sudah ada pemekaran provinsi jadi untuk menciptakan kebanggaan pemerintah, wajahnya Polda di Papua sebaiknya lebih banyak diisi anak – anak Papua. Kalau polisinya dari luar bisa banyak temui kendala di lapangan. Tapi kalau anak – anak daerah kami pikir masyarakat juga akan merasa memiliki, mereka punya keluarga atau anak yang sekarang bertugas di kampung sendiri,” tutup Miagoni. (ade/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…
Ketua KSPI Papua, Benyamin Eduard Inuri, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak…
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pemerintah. Sosialisasi…