“Mereka (anggota polisi) ini sudah datang sejak tahun 2022 dan saat ini mereka sedang mengikuti tesnya lagi. Kami dari DPRP meminta dengan hormat kepada pak Kapolda agar anak – anak asli Papua ini diutamakan. Tapi jika tidak memenuhi syarat sebaiknya diberitahu kekurangannya agar tidak menumbuhkan harapan,” imbuhnya.
Lalu proses tes dilakukan secara terbuka agar ketahuan dimana kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Kadang mereka merasa putus asa sehingga kami berharap ini bisa diperhatikan apalagi sudah ada pemekaran provinsi jadi untuk menciptakan kebanggaan pemerintah, wajahnya Polda di Papua sebaiknya lebih banyak diisi anak – anak Papua. Kalau polisinya dari luar bisa banyak temui kendala di lapangan. Tapi kalau anak – anak daerah kami pikir masyarakat juga akan merasa memiliki, mereka punya keluarga atau anak yang sekarang bertugas di kampung sendiri,” tutup Miagoni. (ade/wen)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…