Categories: BERITA UTAMA

Polda Diminta Perhatikan Tes Perwira Anak Daerah

JAYAPURA – Peluang untuk naik pangkat bagi anggota Polri khususnya bagi anak – anak daerah di beberapa kabupaten mendapat catatan. Polda Papua diminta lebih memperhatikan keberadaan anggota Polri yang merupakan putra daerah.

Pasalnya, dari sejumlah aspirasi yang disampaikan ke Kelompok Khusus DPR Papua ternyata dikeluhkan proses seleksi atau tes perwira yang tidak mendapatkan hasil  positif. Kebanyakan gagal.

“Ada banyak anak – anak daerah dari Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Timika, Nabire yang menyampaikan kepada saya terkait sulitnya lolos menjadi perwira polisi meski sudah beberapa kali mengikuti tes. Kami pikir ini perlu diperhatikan,” kata Yulius Miagoni, anggota Poksus DPR Papua, di Entrop, Sabtu (9/3).

Miagoni menangkap perasaan para anggota Polisi yang berdiskusi dengannya yakni seolah – olah jasa atau penempatan di daerah terpencil atau daerah konflik tapi seperti tidak dihargai. Pasalnya ada yang mengikuti tes sebanyak dua hingga tiga kali namun tetap tidak lolos.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

3 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

4 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

5 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

6 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

7 hours ago