Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM: Sebar Video Kekerasan di Medsos Termasuk Bagian dari Teror

JAYAPURA – Belakang ini media sosial digegerkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM Kodap XVI Yahukimo terhadap seorang karyawan sekolah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan beberapa waktu lalu.

Menangapi terkait dengan itu, Ketua Komnas Ham Papua, Frits Ramandey menyebut pihaknya sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh para pelaku kekerasan dan penyebar video itu. Menurutnya pelaku penyebaran video kekerasan tersebut termasuk yang terjadi di salah satu sekolah di kabupaten Yahukimo adalah termasuk dalam unsur pelanggaran HAM dan termasuk aksi teror karena menyebarkan ketakutan.

Oleh sebab itu ia berharap pihak kepolisian harus melakukan identifikasi pelaku pemilik media sosial yang terus memperluaskan aksi teror tersebut kepada masyarakat.

“Ingat salah satu unsur teror adalah menyebarkan ketakutan. Karena itu pihak kepolisian harus memiliki upaya tindakan untuk mencari siapa yang menyebarkan teror itu. Karena yang menyebarkan teror itu tidak hanya untuk orang di Yahukimo tetapi juga, tetapi menyebar ke semua orang yang melihatnya,” jelas Frits kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/1).

Selain itu, ia menjelaskan tindakan teror dengan menyebarkan ketakutan di media sosial itu termasuk dalam unsur kejahatan global. Untuk itu Kepala Komnasham Papua itu menyebut atas nama kemanusiaan pihaknya menegaskan bahwa tindak tersebut adalah kejahatan serius.

Frits meminta jika, penyebaran aksi kekerasan terhadap seorang karyawan sekolah di Kabupaten Yahukimo di medsos adalah TNPB maka harus bertanggungjawab dan meminta untuk tidak melakukan kembali dikemudian hari demi kemanusiaan.

“Ini menjadi tanggung jawab aparat keamanan, untuk mengungkap siapa penyebar video kejahatan itu,” ujarnya.

Sementara itu di media sosial beragam komentar dari warganet. Tak sedikit yang menilai pembunuhan tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan karena dilakukan terhadap warga di lingkungan sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

2 hours ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

3 hours ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

3 hours ago

Kemendagri Tugaskan Pemprov Papeg Siapkan Langkah Penanganan Pasca Konflik

Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…

4 hours ago

Satresnakoba Polresta Musnahkan 5, 2 Gram Sabu

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…

4 hours ago

Presiden Prabowo Bakal Panen Raya Padi di Merauke

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…

5 hours ago