“Ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini sudah masuk kategori kejahatan kemanusiaan,” kata salah satu akun Facebook. Akun lain menyebut, kekerasan yang menyasar ruang pendidikan menunjukkan bahwa aksi tersebut tidak hanya bertujuan menimbulkan gangguan keamanan, tetapi juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan yang paling mendasar.
Mereka menilai, tindakan tersebut menunjukkan pola kekerasan yang disengaja dengan menjadikan sekolah dan tenaga pendidik sebagai sasaran teror untuk menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata. “Berjuang boleh tetapi jangan menyasar ke sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan. Tindakan ini sama saja teror terhadap masa depan anak-anak Papua,” kata akun tersebut. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…
“Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…
Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…