

Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM sedunia) Theo Hesegem
JAYAPURA – 10 bulan penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Merthens. Nasibnya kini dipertanyakan. Bagaimana tidak, pria asal Selandia Baru itu belum juga dibebaskan pasca disandera komplotan Egianus Kogoya, di Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, pada (7/2) lalu.
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem menyatakan, di moment peringatan Hak Asasi Manusia (HAM). Apakah akan ada pembebasan bagi pilot Susi Air demi menjunjung tinggi terhadap nilai nilai HAM.
“Mendesak Pememintah Indonesia dan Pemerintah Selandia Baru mencari solusi yang tepat untuk melakukan negosiasi dengan TPNPB. Duduk bersama dan mencari jalan keluar, demi pembebasan Pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Merthens. Saya percaya bahwa dibagian ini, pasti sangat sulit untuk dilakukan dan pasti ada yang keberatan,” ucap Theo kepada Cenderawasih Pos, Jumat (8/12).
Menurut Theo, kedua belah pihak harus menyiapkan tim negosiasinya. Dimana tim negosiasi yang dimaksud ditentukan oleh kedua belah pihak yang bermasalah.
Sesuai dengan tema PBB diperingatan HAM yakni “kebebasan, kesetaraan, dan keadilan bagi semua” maka sebagai Pembela HAM, rasa kebebasan bagi pilot susi air harus diberikan kelonggaran.
Page: 1 2
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…