“Jadi disini saya memilih koma dan MBG tetap dibutuhkan di Papua meski masih perlu dilakukan evaluasi agar semua anak bisa mencicipi,” bebernya.
Ia juga berharap masyarakat tetap peduli dengan memberikan masukan dari semua program kerja pemerintah agar tetap mengawasi masing-masing anggaran yang digunakan. “Sekali lagi saya pikir MBG adalah program yang baik namun memang karena masih tahun pertama akhirnya banyak hal yang harus diperbaiki,” tutupnya.
Sementara Sekretaris Panitia, Yulina Anastasya menjelaskan bahwa teman MBG Titik Atau Koma memberi pesan kritis dari jurnalis untuk mengevaluasi ala-ala jurnalis guna mengetahui apakah MBG sudah sesuai atau justru banyak kekurangan.
“Artinya jika titik ya dihentikan sedangkan jika koma artinya bisa dilanjutkan dengan evaluasi-evaluasi yang melekat dan tadi kita bisa lihat hasilnya,” tutup Yulika. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dan…
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…