“Jadi disini saya memilih koma dan MBG tetap dibutuhkan di Papua meski masih perlu dilakukan evaluasi agar semua anak bisa mencicipi,” bebernya.
Ia juga berharap masyarakat tetap peduli dengan memberikan masukan dari semua program kerja pemerintah agar tetap mengawasi masing-masing anggaran yang digunakan. “Sekali lagi saya pikir MBG adalah program yang baik namun memang karena masih tahun pertama akhirnya banyak hal yang harus diperbaiki,” tutupnya.
Sementara Sekretaris Panitia, Yulina Anastasya menjelaskan bahwa teman MBG Titik Atau Koma memberi pesan kritis dari jurnalis untuk mengevaluasi ala-ala jurnalis guna mengetahui apakah MBG sudah sesuai atau justru banyak kekurangan.
“Artinya jika titik ya dihentikan sedangkan jika koma artinya bisa dilanjutkan dengan evaluasi-evaluasi yang melekat dan tadi kita bisa lihat hasilnya,” tutup Yulika. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Dari senam bersama hingga pemeriksaan kesehatan, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua mengajak masyarakat lebih…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan wajah kota.…
Ketua Aliansi, Jansen Previdea Kareth, mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun,…
Menurut Rustan, DPR Kota Jayapura telah menetapkan APBD perubahan, sehingga diharapkan seluruh organisasi perangkat…
Kegiatan dengan tema “Optimalisasi Peran Penghubung KY dalam Menjaga dan Menegakkan Integritas Hakim" tersebut…
Kepala Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua, Aser Rouw mengatakan, salah satu pendekatan…