Categories: BERITA UTAMA

Masalah Utama di Papua Bukan MBG Tapi HAM

Ia juga menekankan perlunya perlindungan khusus bagi para pembela HAM, termasuk pekerja medis, guru, dosen, rohaniawan, jurnalis, NGO, aktivis mahasiswa, serta individu yang bekerja untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian di Papua.

Mathius mengungkapkan bahwa selama ini, banyak pejuang HAM di Papua mengalami teror, fitnah, bahkan ancaman kekerasan, termasuk penembakan.

Ia menilai bahwa tindakan brutal seperti ini tidak boleh dibiarkan dan harus dikutuk oleh semua pihak. “Kita harus menolak dan mengutuk perilaku kejam dan brutal yang dialami oleh para pembela HAM,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mathius menegaskan bahwa pemerintah harus serius menangani masalah HAM di Papua, karena akar dari berbagai konflik di daerah tersebut adalah ketidakadilan dan ketidaksejahteraan masyarakat.

Ia meminta pemerintah untuk bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran HAM berat di Papua, termasuk mengembalikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya. Selain itu, ia juga meminta agar para pengungsi yang terdampak konflik bisa dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Di sisi lain, ia menyarankan agar pemerintah tidak ragu untuk membuka ruang dialog sebagai solusi penyelesaian konflik di Papua. Menurutnya, banyak pihak yang sepakat bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk mencari solusi yang adil dan damai.

Terkait dengan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Mathius menyarankan agar pelaksanaannya dilakukan setelah melalui kajian ilmiah yang mendalam, serta dengan pendekatan yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Papua.

“Program seperti MBG sangat baik, tetapi sebaiknya dilakukan setelah kajian ilmiah dan dengan pendekatan yang sesuai dengan budaya serta kebutuhan masyarakat Papua,” pungkasnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 HektarPemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…

19 hours ago

Perubahan APBD Papua Dikebut, Sejumlah DBH Belum Masuk

  Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…

20 hours ago

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

  Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…

21 hours ago

Warga Kampung Amunkay Harus Rela Antre Panjang untuk Dapatkan Mitan

Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari,  mereka datang dengan…

21 hours ago

Ada Monopoli Lapak Ilegal hingga Potensi Konflik di Pasar Otonom

   Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…

22 hours ago

250 Anak Terlantar di Mimika, Tidak Adanya Rumah Singgah Jadi Kendala

Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…

22 hours ago