Categories: BERITA UTAMA

Kenaikan TPP Pegawai Tergantung Kinerja dan PAD

JAYAPURA  Pemerintah Provinsi Papua pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 telah menganggarkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk pegawai setempat. Hal ini disampaikan Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/10) usai memimpin apel pagi di halaman kantor gubernur.

“Anggaran TPP sudah dialokasikan pada APBD tahun 2025 mendatang, sekaligus kita sudah plotting untuk estimasi belanja pegawai, baik itu TPP maupun gaji selama setahun,” ucap Ramses. Terkait kenaikan TPP, Ramses menjelaskan kenaikannya tergantung kinerja dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jika perangkat daerah setempat selaku penghasil retribusi mampu menaikkan penghasilannya, itu akan berdampak pada TPP,” ujarnya. Ramses menegaskan TPP bagi ASN bakal disesuaikan dengan keuangan daerah, termasuk kelas jabatan yang bersangkutan. “Jangan kita minta diatas namun kemampuan kita tidak bisa,” sambungnya.

Untuk pencairan TPP, Ramses menjelaskan bahwa hal tersebut ada pada masalah teknis. Yang terpenting  alokasinya sudah disiapkan selama setahun penuh (2025-red). “Jika kemarin terjadi hambatan, maka sekarang saya perintahkan dialokasikan dulu 1 tahun belanja rutin, belanja pegawai termasuk TPP. Jika misalnya ada perubahan atau apapun, bisa dilakukan pada APBD apakah menaikkan atau seperti apa,” jelasnya.

Sekadar diketahui, APBD Provinsi Papua tahun anggaran 2025 direncanakan mencapai Rp 2,701 triliun, dengan rincian anggaran pendapatan sebesar Rp 2,505 triliun sedangkan anggaran belanja sebesar Rp 2,701 triliun. Sebelumnya, Pj Sekda Papua, Yohanes Walilo mengatakan gaji ASN termasuk belanja wajib yang tidak bisa ditunda. Sedangkan TPP, sebagaimana Permendagri harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Terkait besaran nilai TPP, akan dihitung berdasarkan peta jabatan atau kelas jabatan. Karena itu jumlah yang diterima ASN berbeda-beda. Ia pun mengharapkan ASN bisa menyesuaikan kebijakan pemerintah, karena anggaran daerah saat ini menurun drastis, sementera belanja pegawai tinggi. “ASN sekarang jangan pake mindset lama, karena anggaran kita tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Sidang PSN Bergulir, Kemenhan Tak Hadir

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Merna Cinthia, didampingi hakim anggota Irfan Amos Sampe…

7 minutes ago

Wali Kota: Pelayanan Kesehatan Tidak Boleh Kendor!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap berjalan…

37 minutes ago

Ekonom Ingatkan Pemerintah Soal Inflasi hingga PHK di Papua

Pengamat ekonomi dan Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan pelemahan…

1 hour ago

Pemprov Papua Siapkan Wajah Baru RSUD Jayapura

Pemerintah Provinsi Papua berencana melakukan penataan menyeluruh kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Penataan…

2 hours ago

Ditempatkan di Ruangan 2 x 2 yang Penuh Manusia, Gelang Tak Bisa Terlepas Tangan Nyaris Dipotong

Dalam video tersebut, wartawan yang kerap melakukan peliputan di desk hukum tersebut, meminta agar pemerintah…

2 hours ago

Tiga Kampung Disanggong Aparat, Kelompok Kopi Tua Kabur

Kopi Tua beberapa kali melakukan aksinya disini mulai dari pembunuhan aparat keamanan, penyerangan, penembakan pesawat…

3 hours ago