Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM: Pembunuhan Pilot Diduga Direncanakan

Sementara itu, Frits menyampaikan ini bukan kali pertama warga Selandia Baru menjadi korban pembunuhan di tanah Papua. Sebelumhya terjadi penembakan yang menewaskan Karyawan PT Freeport yang merupakan warga Selandia Baru pada Maret 2020.

  Juga penyanderaan Pilot Susi Air Philip Mark Merthens (37) pada Februari 2023 lalu dan belum dibebaskan hingga kini.

  Sementara itu, Komnas HAM Republik Indonesia  juga mengecam pembunuhan Pilot Asal Selandia Baru Glen Malcolm Conning dan serangan terhadap Warga Sipil di landasan Bandara Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (5/8) lalu.

  Atas kondisi itu Komnas HAM mendesak pelaku diusut tuntas, karena telah menyebabkan jatuhnya korban dan mengakibatkan hilangnya nyawa manusia.

  “Karena hak hidup, hak bebas dari rasa takut, dan hak atas perlakuan yang manusiawi adalah hak asasi yang harus dijamin dan dilindungi, dan menjadi tanggung jawab negara,”  tegas Ketua Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro melalui rillis   yang diterima Cendrawasih Pos, Rabu (7/8) kemarin.

    Hal lain Komnas HAM mengecam aksi serangan terhadap pilot dan penumpang helikopter tersebut, dan serangan terhadap warga sipil lainnya, yang mencederai upaya untuk mewujudkan perdamaian di Papua

  Sehingga meminta pemerintah untuk melakukan langkah-langkah perlindungan dan pemulihan bagi korban dan keluarga akibat aksi kekerasan tersebut. Lebih lanjut Komnas HAM meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan keamanan warga sipil di Papua.

   “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban pilot Glen Malcolm Conning, dan korban selamat yaitu 4 (empat) orang dewasa dan 2 (dua) anak yang merupakan penumpang helikopter tersebut,” ucap Atnike.

  Diketahui pembunuhan, terhadap Pilot Asal Selandia Baru Glen Malcolm Conning dan serangan terhadap Warga Sipil itu terjadi di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Senin (5/8) sekitar pukul 10.00 WIT. Helikopter yang dibawa korban mulanya terbang dari Bandara Mosez Kilangin Timika menuju Distrik Alama, Kabupaten Mimika.

  Setelah tiba di Distrik Alama, pilot dan empat penumpang dicegat oleh KKB menggunakan senjata api. Mereka kemudian diturunkan dari helikopter dan dikumpulkan di lapangan, tepatnya sekitar lokasi helikopter mendarat.

  “Setelah itu KKB langsung melakukan pembunuhan terhadap pilot. Jenazah pilot dibawa ke helikopter kemudian dibakar bersamaan dengan helikopter. (fia/rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah AdatPemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

4 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

4 days ago

Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Jayapura. Setelah tiba di Danau Emfotte, pengunjung…

4 days ago

Distrik Manggelum Kondusif, 88 Warga Dipulangkan

Rilis yang diperoleh dari Humas Polres Boven Digoel menyebutkan, pelepasan dilaksanakan di Pelabuhan Tanah Merah…

4 days ago

De Oranje Butuh Kemenangan

Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan telak pada laga pembuka, sementara Belanda…

4 days ago

Kejari Mimika Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

Perselisihan menajam setelah KS menolak membayar karena menganggap seluruh kewajibannya telah lunas. Ketegangan tersebut memuncak…

4 days ago