Categories: BERITA UTAMA

Empat Wartawan Diintimidasi dan Dianiaya, Kapolres Minta Maaf

NABIRE- Sejumlah wartawan mendapat diintimidasi oknum polisi saat meliput demo  Front Rakyat Peduli Hak Asasi Manusia Papua (FRPHAMP) di Nabire, sedangkan satunya sempat dipukul dan ditahan Hpnya.

Empat wartawan yang mendapatkan perlakuan tidak sepantasnya dari oknum polisi yang sedang bertugas di Lapangan, diantaranya, Yulianus Degei (Tribun Papua), Christian Degei (Seputar Papua), Elia Douw (wagadei.id) dan Melkianus Dogopia (tadahnews.com).

Keempat wartawan ini mengalami kekerasan, intimidasi dan pukulan dari oknum polisi di tempat yang berbeda yakni; Yulianus Degei, Kontributor Tribun Papua dipukul di kepala bagian belakang oleh empat oknum polisi saat melakukan siaran lansung aksi demo FRPHAMP di depan Hotel Jepara II Nabire.

Christian Degei, wartawan Seputar Papua, dilarang memfoto dan merekam video bahkan hpnya sempat disita dan oknum polisi menghapus beberapa foto dan video aksi demo di depan RSUD Nabire,  Elia Douw, jurnalis wagadei.id, dikejar oknum polisi menggunakan rotan dan dicaci maki di titik aksi Pasar Karang, sedangkan Melkianus Dogopia, Pimpinan Redaksi tadahnews.com dilarang meliput di titik aksi Jepara II Nabire.

Kepada Media ini, Yulianus Degei, Kontributor Tripun Papua Nabire menjelaskan, Ia dikeroyok dan dipukul empat oknum polisi saat meliput demo di depan Jepara II Nabire.

“Polisi datang ke saya saat saya sedang liput aksi depan hotel Jepara 2 Wadio. Ada polisi datang tanya, saya bilang saya wartawan sambil tunjukkan id card,” katanya.

Seusai itu ada anggota polisi menghampirinya lalu melakukan pukulan kearah kepala Yulianus. “Ada empat anggota Polisi datang sama-sama baru pukul saya di kepala tapi untung pakai helm jadi tidak berat. Cuma bagian ini yang bengkak dan saya sempat pusing,” tutur Yulianus sambil menunjuk bagian belakang kepalanya yang bengkak karena pukulan oknum polisi.

Saat dipukul, Degei mengaku alat kerja jurnalistik juga dirampas oknum polisi tersebut. “Saya punya HP juga dirampas paksa saat saya lagi siaran langsung di facebooknya Tribun Papua. Sekarang Hp saya di tangan polisi,” katanya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

12 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

13 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

19 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

20 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

21 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago