Categories: BERITA UTAMA

Empat Wartawan Diintimidasi dan Dianiaya, Kapolres Minta Maaf

Sementara itu, Elia Douw, Wartawan wagadei.id juga mendapat intimidasi dan kekerasan sekitar pukul 08:00 saat melakukan peliputan aksi demo di Pasar Karang Nabire.

“Mereka (polisi) datang ke arah saya dan tanya ko dari pers ka atau media mana,” katanya menirukan perkataan polisi. Lalu ia menjawab dirinya sebagai wartawan dari media online Wagadei.id.

“Empat orang polisi datang ke saya, mereka teriak; wee anak kecil ko pulang, ko bikin apa di sini. Ada satu anggota polisi pakai baju hitam juga bilang wee ko pulang-pulang. Wee ko pulang-pulang, ko pulang ke rumah. Mereka bawa rotan, mau pukul saya, saya takut jadi saya lari, mereka juga ikut lari kejar saya. Tapi dari pertengahan mereka (polisi) kembali,” katanya.

Dia bilang apabila masih saja meliput aksi demonstrasi, dia duga kemungkinan besar dipukuli. “Kalau saya masih di situ mereka bisa pukul saya. Dari reaksi polisi bikin takut,” ucapnya.

Di tempat yang berbeda, wartawan lainnya yang mengalami intimidasi adalah, Christianus Degei,  wartawan seputar Papua juga mengalami nasib yang sama. Sekitar jam 8.00 WP, dirinya tiba depan RSUD Nabire guna meliput aksi demo yang digelar mahasiswa dan rakyat Papua Tengah.

Sesampainya di sana, seperti biasa sebagai wartawan ia mengeluarkan alat-alat jurnalistik seperti handphone untuk merekam video atau memotret foto namun melihat aksinya beberapa oknum polisi bereaksi lalu mendekati dan bertanya dengan nada yang lantang. “Anjing ko bikin apa? Video dan foto cepat hapus,” kata Chris mengulangi kata oknum polisi.

Lanjutnya, saya kasih tahu kalau saya wartawan sambil saya tunjukkan id card pers di dada. Lalu mereka ambil hp saya  dan tahan sekitar 30 menit.

” Mereka (polisi) bilang, Nanti kau datang ambil di Polres ya’,” katanya sambil menirukan ungkapkan oknum polisi lagi.  “Kau mau bikin apa ambil video dan foto otak. Kau pulang sana babi,” ujarnya lagi dengan nada emosi.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Pelabuhan Jayapura Jadi Tempat Penyelundupan TerbanyakPelabuhan Jayapura Jadi Tempat Penyelundupan Terbanyak

Pelabuhan Jayapura Jadi Tempat Penyelundupan Terbanyak

Alit menyampaikan bahwa karantina memiliki posisi krusial dalam kedaulatan pangan dengan mendukung swasembada serta menjaga…

5 hours ago

Mediasi Pembayaran Denda Adat Disepakati, Kelompok Lanny Dan Yali Berdamai

Kapolres Lanny Jaya AKBP F.D Tamaila mengaku untuk mediasi lanjutan sudah dilakukan dan akhirnya mendapatkan…

6 hours ago

MRP Desak Hak Politik OAP Diperluas

Langkah ini didorong sebagai bentuk penghormatan dan pemberian porsi lebih bagi OAP sebagai pemilik sah…

6 hours ago

Pasca Konflik, Situasi Kwamki Narama Kembali Kondusif

"Terkait situasi di Kwamki Narama sampai saat ini aman dan kondusif. Tidak ada lagi masyarakat…

7 hours ago

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Dukung Penanaman Jagung di Lahan 24 Hektar

Kapolres Leonardo Yoga mengatakan, peninjauan  sebagai  bagian dari upaya mendukung program pemerintah Asta Cita. Peninjauan…

8 hours ago

Tidak Ada Demosi bagi Pimpinan OPD Pemkab Merauke

Bupati Yoseph  Bladib Gebze  menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menunggu penyampaian dari pemerintah pusat setelah…

9 hours ago