Categories: BERITA UTAMA

Sambil Menangis, Bocah yang Disiksa Katakan Tak Mau Pulang

Sementara Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong mengaku geram usai mendengar informasi bocah lima tahun di Kota Jayapura dianiaya sepasang suami isteri. Terlebih informasi yang beredar, salah satu tersangkanya diduga CPNS.

Menurut Ramses, seharusnya orang dewasa mampu melindungi dan menjaga anak di bawah umur. Termasuk memberikan perhatian penuh, bukan malah melakukan penyiksaan atau penganiayaan.

“Saya tidak mentolerir tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, apalagi di lingkungan rumah tangga khususnya anak. Karena itu akan membuat traumatis buat dia hingga dia dewasa,” ucap Ramses kepada wartawan, Senin (6/1).

“Jika merasa tidak mampu, bicarakan itu baik-baik atau serahkan ke dinas sosial, jangan membuat masalah,” sambungnya.

Kata Ramses, kasus kekerasan terhadap anak terlepas dari dia (pelaku-red) CPNS atau apa pun. Sebagai orang tua, punya tanggung jawab membina dan mendidik anak-anaknya dan memperlakukan secara manusiawi.

Disinggung apakah yang bersangkutan berpotensi dipecat dari CPNS ? Ramses mengatakan biarkan proses hukum yang berjalan.

“Namun jika yang bersangkutan harus dipecat ya kita pecat sesuai mekanisme aturan hukum yang berlaku, dan dia juga punya hak mengajukan banding. Namun kita akan cek dulu, jika hukumannya KDRT 4 tahun penjara, otomatis dia akan dipecat,” kata Ramses.

“Saya sebagai gubernur tidak mentolerir tindakan kekerasan di dalam keluarga,” sambungnya. Sementara itu, Polresta Jayapura Kota tegaskan proses hukum terhadap pelaku tindak pidana kekerasan fisik dengan pelaku JY (36) dan NS (36) terhadap anak usia lima tahun sedang berjalan.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Victor D. Mackbon melalui Kasat Reskrim AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan proses pengiriman surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dan melengkapi proses pemberkasan untuk selanjutnya dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah melalui P2TP2A untuk pendampingan dan pelayanan terhadap korban, sehingga kesehatan fisik/psikisnya segera pulih kembali,” kata AKP Dewa. Polresta juga memastikan saksi dan pelapor mendapatkan perlindungan hukum dari pihak kepolisian usai melaporkan kejadian ini.

“Saksi maupun pelapor kami jamin perlindungan keamanannya, jika ada yang melakukan pengancaman, silahkan langsung melaporkannya ke Kantor Kepolisian terdekat,” pungkasnya (rel/kar/fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

​Ambil Langkah Preventif Untuk Selamatkan Satwa Langka​Ambil Langkah Preventif Untuk Selamatkan Satwa Langka

​Ambil Langkah Preventif Untuk Selamatkan Satwa Langka

Dimana, untuk membendung laju kejahatan terhadap satwa liar tersebut, BBKSDA Papua secara masif menggalakkan program…

1 day ago

Terlibat Politik Praktis, 3 ASN di Merauke Diberhentikan

Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…

1 day ago

Persipura Tahan Imbang Tim Promosi

Persipura dan Garudayaksa FC bermain 1-1, gol Persipura dicetak oleh talenta muda Lazarus Sinim. Meski…

1 day ago

Duo Asing Persipura Cepat Beradaptasi

Juru taktik Persipura, Andri Ramawi mengaku kedua pemain impornya sangat cepat beradaptasi. Pemain asal Argentina…

1 day ago

Tawuran Pelajar di Kotaraja, Anarkis dan Resahkan Warga 

  Aksi saling serang menggunakan batu, botol kaca, hingga balok kayu memaksa para pengguna jalan…

1 day ago

Mulai 2027, Venue PON Papua Dikelola BLUD

Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menargetkan pengelolaan venue olahraga milik Pemerintah Provinsi Papua,…

1 day ago