“Jangan sampai setiap tahunnya kita bikin acara seremonial, tapi output yang dihasilkan nihil, tapi ada hasil paling tidak kalau tahun 2023 stunting di Papua masih 28 persen, maka 2025 harus turun meskipun hanya sedikit,” pintanya.
Kesempatan itu Ramses juga meminta kepada Menteri Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) agar kedepannya bisa fokus terhadap masalah stunting di Papua baik melalui anggaran maupun intervensi langsung dari pemeritah pusat.
Sebab tingginya masalah stunting di Papua maupun DOB disebabkan berbagai faktor diantaranya kondisi geografis maupun konsentrasi pemerintah daerah yang belum terarah. Dengan berdiri secara mandiri maka kementerian Bkkbn bisa lebih fokus mendorong percepatan penurunan stunting di Papua.
“Termasuk juga masyarakat diharapkan lebih peduli tapi juga aktif dalam memerangi masalah stuting guna menciptakan generasi emas Papua yang cerdas dan tentunya siap bersaing dengan generasi lain Indonesia,” pungkasnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…
Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya secara resmi memulai pelaksanaan Diklat Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks…
Massa aksi datang menggunakan dua unit mobil pikap dengan membawa sejumlah atribut, di antaranya…
Selain itu, langkah inventarisasi dan pengembangan ini tidak sekadar bertujuan menjaga warisan nilai historis…
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…