

Petrus Assem (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Setiap daerah sangat membutuhkan investasi, salah satunya untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warganya serta untuk kemajuan daerah tersebut. Namun di wilayah Papua Selatan, hutan yang ada untuk investasi diantaranya perkebunan kelapa sawit, kayu, karbon dan sebagainya sudah tidak ada lagi. Sebab, hutan yang berpotensi tersebut semuanya sudah dipetakan untuk kepentingan negara.
‘’Untuk saat ini, hutan yang berpotensi untuk itu semuanya sudah digunakan oleh negara. Untuk program-program nasional seperti PSN, tebu maupun agrinas. Tidak ada hutan lagi tersisa. Sudah dipetakan-petakan untuk kepentingan PSN dan agrinas,’’ tandas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua Selatan Petrus Assem saat dihubungi media ini lewat telpon selulersnya, Rabu (25/2).
Karena tidak ada lagi lahan kosong tersebut, sehingga di awal tahun 2026 ini belum ada satupun perusahaan asing yang masuk ke Papua Selatan untuk mengajukan investasi. Termasuk perusahaan dalam negeri.
Yang ada, kata Petrus Assem adalah perusahaan asing yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit untuk perizinan penggunaan air tanah.
Page: 1 2
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…
Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…
Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…