Categories: BERITA UTAMA

Ada Ritual Adat, Massa Minta Pj Walikota Mundur

Sebelumnya masa mendatangi kantor walikota dan meminta Pj Walikota Christian Sohilait turun dari jabatannya. Mereka sebagian menggunakan pakaian adat serta memainkan suling tambur. Mereka menuntut Pj Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait, dicopot dari jabatannya dikarenakan telah menghina dan menginjak – injak demokrasi. Pantauan Ceposonline.com Setibanya dikantor Wali Kota Jayapura, massa ini dihadang petugas kepolisian dan juga Satpol PP di pintu masuk.

Mereka tidak diijinkan masuk ke dalam lingkungan Kantor Wali Kota Jayapura. Karenanya massa akhirnya berhenti di depan pintu pagar masuk dan melakukan sedikit orasi. Selain itu ada ritual adat yang dilakukan menggunakan bunga dan daun kelapa. Ada beberapa orang yang berlarian masuk ke halaman kantor  sambil mengibas baun berwarna ungu. Ada juga yang meniup daun tersebut sambil memegang pintu gerbang. Ketika itu ada daun yang diangkat dan disuruh dipegang namun tak satupun petugas yang menutup jalan berani memegang. Hanya saja pendemo tak berhasil menemui Pj Walikota lantaran sedang berada di luar  Papua.

Disini pendemo menuntut ASN  dan TNI Polri netral dalam Pilkada Papua selanjutnya rekaman Pj Walikota Jayapura yang viral harus diusut tuntas. Mereka juga meminta  Pj Walikota mengundurkan diri dari jabatannya. Salah satu tokoh adat Tobati, Timotius Hamadi, menegaskan demokrasi harus netral jika tidak jika tidak masyarakat akan terus melakukan aksi perlawanan karena menurutnya apa yang disampaikan PJ Walikota Jayapura dalam audio rekamannya itu merupakan perbuatan yang mencederai demokrasi.

“PJ Walikota telah bermanuver dan merusak sistem demokrasi,” ujar Timotius saat diwawancarai wartawan di pintu masuk kantor walikota Jayapura, Selasa (5/11). “Hari ini kami datang untuk menuntut PJ Walikota turun dari jabatannya sebagai walikota,” tambahnya.  Ditempat yang sama, Ketua Koalisi Masyarakat Papua Peduli Pemilu dan Demokrasi (KMP3R), Paul Ohee, menyatakan bahwa aksi tersebut adalah bentuk perlawanan tegas terhadap apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran demokrasi.

“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Kami meminta agar Pj Walikota dicopot dari jabatannya karena telah melakukan pelanggaran etika dan menyalahgunakan wewenang,” katanya,

Hal yang sama juga disampaikan, Yulianus Dwaa dari Forum Intelektual Muda (FIM) Tabi-Saireri juga mengecam tindakan Christian. Menurutnya, seorang pejabat ASN seharusnya netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. “Tindakan Pj Walikota ini sangat mencederai nilai-nilai demokrasi. Sebagai seorang ASN, seharusnya dia menjaga integritas dan netralitas,” ujar Yulianus.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Bahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik di DuniaBahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik di Dunia

Bahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik di Dunia

Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…

1 day ago

7 Cara Realistis Berhenti Merokok dengan Mudah

Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…

1 day ago

9 Manfaat Terong Belanda untuk Kesehatan, Buah Asam Segar yang Kaya Nutrisi

Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…

1 day ago

Seleksi Ketat, 483 Ribu Pelamar Lolos Tahap Administrasi Manajer KMP

Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…

1 day ago

Anggaran Pembangunan Gedung KMP Diduga ‘Disunat’

“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…

1 day ago

Pidato Megawati Soroti Hukum Tak Adil hingga Mental Bangsa Melemah

Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…

1 day ago