Categories: BERITA UTAMA

11 Orang Tewas Dampak Konflik di Kwamki

Seorang ODGJ Juga Tewas Dihujani Panah

MIMIKA – Seorang perempuan berinisial AM menjadi korban atas konflik yang memanas di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Senin (5/1/2026). Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan hal tersebut.

Kapolsek mengatakan bahwa sebelum kejadian, aparat sempat memasuki area perang dan melakukan pembongkaran terhadap tenda-tenda pendukung perang. Saat itu, korban yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melintas di sekitar lokasi perang.

Ia sempat meminta air minum kepada aparat keamanan yang berada di lokasi. Setelah itu, korban kemudian lanjut berjalan ke arah kubu Newegalen.

“Saat anggota kami keluar, pihak Newegalen melakukan pembunuhan dengan cara memanah AM dan korban langsung meninggal di jalan raya—Jalan Maleo,” kata Yusak.

Setelah itu, korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Namun, sampai saat ini belum diketahui apakah korban berasal dari pihak Dang atau masyarakat setempat yang hanya sekedar lewat di lokasi. Meninggalnya korban AM, total keseluruhan korban jiwa buntut konflik antara kubu Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama menjadi 11 orang.

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyatakan pemerintah tidak tinggal diam dan tetap berupaya mengambil langkah-langkah untuk mendamaikan.

“Yang jelas bahwa persoalan Kwamki Narama itu hari ini saya akan rapat koordinasi. Forkopimda sudah datang semua. Dan ini tugas kita untuk melaksanakan,” kata Johannes saat ditemui di kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Senin (5/1/2026).

Johannes menyebut, saat ini aparat keamanan gabungan TNI Polri sudah berada di lokasi untuk melakukan penyisiran dan razia terhadap semua pernak-pernik perang, mulai dari tenda, hingga peralatan seperti senjata tajam dan lain-lain.

“Dan saat ini di Kwamki Narama sudah dilaksanakan swiping dan lain-lain terkait. Yang dilaksanakan oleh TNI Polri,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago