Categories: PEGUNUNGAN

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kejari Jayawijaya Soal Tuntutan Terdakwa Korupsi Dana Desa Lanny Jaya

WAMENA– Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayawijaya memastikan jika persidangan terhadap para terdakwa kasus korupsi dana desa Kabupaten Lanny Jaya telah masuk dalam agenda pledoi atau pembelaan setelah dibacakan tuntutan oleh jaksa penuntut umum pada minggu lalu di Pengadilan Tipikor Jayapura.

Dalam Tuntutan tersebut Kejari Jayawijaya menuntut para terdakwa dengan hukuman yang cukup tinggi hingga 13 tahun penjara. Tujuan dari tuntutan yang tinggi kepada para terdakwa untuk memberikan efek jera dan juga melihat jumlah kerugian negara yang cukup fantastis hingga mencapai Rp168 Miliar

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana desa Kabupaten Lanny Jaya yang paling tinggi itu 13 tahun dengan denda Rp500 juta Subsider Rp.107 miliar atau uang pengganti sehingga apabila terdakwa tidak membayar atau mengembalikan dana tersebut tuntutannya menjadi 19 tahun penjara.

“Kami berharap dengan tuntutan yang tinggi ini akan menjadi pembelajaran bagi teman -teman yang bertanggungjawab untuk mendistribusikan dana desa untuk kasus ini tidak terjadi kembali, sebab harapan kita dengan tuntutan yang tinggi yang lainnya tak lagi melakukan hal seperti itu lagi,”tegasnya Kamis (18/6) di Wamena.

Kejari Jayawijaya dan Kejati Papua menginginkan agar dana desa ini bisa terdistribusi dengan baik kepada masyarakat dan bisa memberikan manfaat bagi pembangunan di kampung -kampung sesuai dengan program yang telah disusun sebelumnya, sehingga memang Kejari Jayawijaya sedikit tegas terkait dengan perkara korupsi dana desa Kabupaten Lanny Jaya.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk selalu mendukung Kejaksaan Negeri Jayawijaya, dalam melakukan penindakan terhadap para terdakwa untuk setiap penanganan kasus korupsi di wilayah Papua Pegunungan,”kata Sunandar

Di tempat yang sama Kepala Subseksi Penyidikan dan Pengendalian Operasi Kejari Jayawijaya Nahdar Arwijaya Nasurullah, SH menyatakan dari 9 Terdakwa yang saat ini menjalani persidangan ada salah satu berinisial PW yang masih menjalani perawatan sehingga untuk tuntutannya masih tertunda,

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Aerosport Mimika Berujung Setoran Rp26,3 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…

16 hours ago

Dishub Tolikara Buka Akses Penerbangan Bersubsidi, Empat Distrik Terlayani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…

23 hours ago

Ratusan ASN Pemkab Biak Numfor Diwajibkan Ikuti Ujian Profiling

Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…

24 hours ago

Massa Tolak MBG dan Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…

1 day ago

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara

Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…

1 day ago

OPD Diminta Rampungkan RKPD dan RKA Tepat Waktu

Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

1 day ago