JAYAPURA – Kondisi RSUD Dok II Jayapura nampaknya masih “belum pulih”. Keluhan klasik terkait stok obat maupun alat habis pakai yang habis ternyata masih juga terjadi. Yang terbaru adalah keluhan dari puluhan pasien cuci darah di RSUD Dok II karena kehabisan stok cairan. Cairan yang biasa digunakan untuk proses cuci darah adalah dialisat. Cairan ini digunakan dalam dua jenis prosedur cuci darah yakni Hemodialisis dan CAPD.
Salah satu pasien bernama Nur menyampaikan bahwa pada Senin (2/9) kemarin pihaknya hendak melakukan cuci darah. Namun saat di rumah sakit, ia mendapatkan informasi jika ada stok cairan yang habis. Mirisnya lagi stok cairan ini baru akan didatangkan bulan depan. Sementara kondisi pasien tidak bisa menunggu selama itu mengingat dalam seminggu paling tidak pasien harus 2 kali melakukan cuci darah.
Kondisi ini membuat puluhan pasien cuci darah panik dan menurut Nur, dari informasi tersebut ia akhirnya batal melakukan cuci darah untuk memastikan stok bagi pasien lainnya.
“Kami mendapat jawaban dari petugas di rumah sakit atau dari managemen bahwa cairan yang dipakai buat cuci darah itu nanti baru datang 20 September dan kalau tanggal segitu artinya butuh 18 hari lagi,” beber Nur kepada Cenderawasih Pos melalui ponselnya, Senin malam.
Page: 1 2
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…