Categories: MERAUKE

Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi,  Mantan Kadis Pendidikan Langsung Ditahan

MERAUKE– Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya mantan Kepala Dinas Pendidikan dan  Kabupaten  Merauke berinisial SB ditetapkan sebagai tersangka  oleh Kejaksaan Negeri Merauke dalam kasus dugaan korupsi. Bahkan setelah ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan langsung ditahan.     

‘’Sore ini, kami Tim Jaksa Penyidik  setelah melakukan pemeriksaan tambahan berdasarkan surat perintah penyidikan terbaru pada bulan Agustus 2024, kami melakukan pemanggilan beberapa saksi kembali dan yang bersangkutan sebagai saksi.

Dan setelah kami ekspos tadi juga Tim dan semua peserta ekspos menyatakan bahwa sudah cukup bukti untuk menetapkan saudara SB sebagai tersangka dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi honorium guru SD pada tahun 2019,’’ kata Kajari Merauke  Sulta D. Sitohang, SH, MH melalui Kasi Pidsus  Donny Stiven Umbora, SH, MH, kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Merauke,  Senin (2/9).   

Dikatakan, pada tahun 2019, gaji guru honorium SD  sebesar Rp 8,6 miliar yang seharusnya dibagi kepada 224 guru tenaga kontrak yang berada di daerah 3T (Terluar, Terpingir dan Terbelakang).

‘’Karena anggaran ini sudah dicairkan, selanjutnya pada akhir tahun ada sisa uang sebesar Rp 700 juta yang harus dikembalikan yang belum dibayarkan karena adanya selisi dari absensi, sehingga pada tahun 2020 setelah diopname oleh Inspektorat ada sisa dana dalam kas yang seharusnya dikembalikan.

Tapi setelah dihitung BPKP, dari uang  Rp 700 juta itu dimana Rp Rp 400 juta mereka gunakan untuk perjalanan dinas. Tapi yang diakui hanya sekitar Rp 300 juta sebagai sehingga kerugian negara Rp 300 juta ditambah dengan  kelebihan bayar. Sehingga total kerugian negara  Rp 450 juta,’’katanya.

Kasi Pidsus  Donny Stiven Umbora juga menjelaskan bahwa pihaknya  langsung melakukan penahanan kepada yang bersangkutan setelah penetapan tersangka tersebut.

‘’Kita langsung melakukan penahanan. Yang bersangkutan kita tahan karena dikuatirkan bisa melarikan diri, merusak dan menghilangkan batang bukti atau mengulangi tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 21 KUHAP.

Dalam pehananan itu, tersangka menggunakan baju orange menuju Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke. ‘’Tersangka kita tahan untuk tahap pertama  selama 20 hari kedepan. Kita titipkan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke,’’ jelasnya.

Atas  perbuatannya itu, tambah Kasi Pidsus  Donny Stiven Umbora, tersangka dijerat Primer Pasal 2 dan Subsidair Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancamaman maksimal  20 tahun pejara. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

56 minutes ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

9 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

10 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

11 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

12 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

15 hours ago