“Itu dua kasus berbeda. Meskipun pihak KKB mengklaim bertanggung jawab atas keduanya, kami pastikan insiden di Yahukimo tidak ada hubungannya dengan yang terjadi di Wamena,” ujar Brigjen Faizal melalui sambungan telepon pada Senin (2/6). Saat ini, Satgas ODC masih terus mendalami kasus tersebut dan mempertebal kekuatan pasukan di kedua wilayah guna menjaga situasi keamanan.
“Kami telah menambah personel dan fokus pada pemetaan serta penyelidikan. KKB tetap menjadi target utama kami. Soal waktu penangkapan pelaku, masih terus kami upayakan,” tegas Brigjen Faizal. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan informasi apapun yang dapat membantu pengungkapan kasus ini. Kedua insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…