Categories: BERITA UTAMA

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Setiap Tahun Target Kurangi 300 Pegawai

JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan sementara penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya pengendalian beban belanja pegawai yang dinilai masih tinggi.

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas fiskal daerah.

“Untuk kebijakan yang tidak populis, saya sudah minta kepada staf bahwa kami tidak akan menerima penerimaan pegawai dulu, sebab Provinsi Papua ini sangat terbebani dengan jumlah pegawai yang cukup tinggi,” kata Fakhiri usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otonomi Khusus Provinsi Papua Tahun 2027, yang diselenggarakan di Kota Jayapura, Kamis (30/4/).

Ia menjelaskan, Pemprov Papua menargetkan pengurangan sekitar 300 pegawai setiap tahun. Dengan skema tersebut, hingga tahun 2028 diharapkan jumlah pegawai dapat berkurang lebih dari 1.000 orang dari total pegawai yang saat ini menjadi beban anggaran daerah. “Kalau setiap tahun bisa berkurang sekitar 300 pegawai, berarti sampai tahun 2028 sudah lebih dari 1.000 pegawai berkurang. Kami berharap beban ini bisa semakin turun,” katanya.

Gubernur menegaskan, pemerintah tidak bermaksud mengabaikan hak pegawai, namun berupaya mencari solusi terbaik agar tidak membebani keuangan daerah. “Kami tidak mau mengusir orang. Tetapi sebagai gubernur saya punya tanggung jawab mencari cara terbaik supaya tidak mengganggu fiskal daerah,” tegasnya. Selain itu, Pemprov Papua juga akan melakukan penataan ulang data kepegawaian, termasuk ASN yang tidak lagi aktif bertugas di Papua namun masih tercatat sebagai penerima gaji.

“Kalau sudah pindah keluar tetapi namanya masih ada di kami, maka akan kami berikan pilihan, mau tetap di Papua atau ditempatkan di tempat tugas. Jika tidak, maka akan kami hentikan gajinya agar tidak menjadi beban,” jelasnya. Langkah tersebut juga akan dilaporkan kepada Kementerian PAN-RB untuk dilakukan penyesuaian data kepegawaian. “Semua ASN akan kami pilah satu per satu. Yang tidak berada di Papua akan kami keluarkan dari data dan dilaporkan ke Menteri PAN-RB,” tambahnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

9 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

10 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

11 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

13 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

14 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

15 hours ago