Categories: BERITA UTAMA

Begal di Nabire, Tangan Pria Lansia Putus

JAYAPURA – Aksi begal yang terjadi di Nabire Baru, Kabupaten Nabire  pada Kamis (2/5) mendadak ramai menjadi perbincangan di media social. Pasalnya korban yang sudah lanjut usia ikut menjadi korban dari para pelaku.

Mirisnya pelaku saat melakukan eksekusi terbilang sadis dimana tangan korban bernama Katijo (65) harus putus akibat sabetan senjata tajam.  Kejadian tersebut sempat direkam warga dimana korban akhirnya jatuh tergeletak dengan tangan bercucuran darah.

Saat itu juga ia langsung dilarikan ke RS Nabire untuk ditangani serius. Kapolsek Nabire Baru, Ipda Bogi Transtanto yang dihubungi via telepon membenarkan kejadian tersebut. Bogi menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi Kamis (2/5)  sekira pukul 05.00 WIT di depan Balai Kampung Kali Semen Distrik Nabire Barat.

Korban bernama Katijo ketika itu sekira pukul 04.45 WIT melintas usai mengantar istri ke Pasar Bumi Raya SP 1 Kampung Bumi Raya. Selanjutnya korban kembali menuju rumah di Kampung Kali Semen. Saat dalam perjalanan pulang, korban dipepet oleh 2 orang pelaku yang berboncengan dengan mengendarai motor dan tepat di depan Balai Kampung Kali Semen korban langsung dihentikan. Disitulah korban dianiaya kemudian dibacok berulang kali.

Dari kejadian itu, korban mengalami 2 luka robek pada pergelangan tangan kiri dan tangan kanan terpotong hingga putus.

“Jadi korban baru saja mengantarkan istrinya dan saat perjalanan pulang ini ia dianiaya dan pelaku mengayunkan alat tajam membuat salah satu tangannya langsung putus,” beber Bogi melalui ponselnya, Kamis kemarin.

Kata Kapolsek, korban mengalami 2 luka sobek pada pergelangan tangan sebelah kiri. Sedangkan untuk pelakunya sendiri dikatakan bahwa  usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri sementara motor korban Honda Beat sempat dibawa kabur pelaku.

Dari video yang menyebar di media social terlihat korban nampak lemas dan tak bisa berbuat apa – apa ketika mengetahui ia menjadi korban begal. Iapun terkapar dengan tangan yang terus menyemburkan darah.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan memang saat itu masih sepi. Pelan – pelan kami lakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya dan kasus ini terbilang sadis karena pelaku nekat melukai seperti ini,” tutup Kapolsek. (ade/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago