Categories: BERITA UTAMA

Akui Pembebasan Pilot Susi Sangat Melelahkan

JAYAPURA – Polda Papua tak menampik bahwa proses pembebasan Pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens  yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya dan perang suku di Puncak Jaya menjadi kasus paling menyolok serta menguras energy selama tahun 2024. Ini mengulang nostalgia sulitnya aparat keamanan membebaskan sosok pria bule asal New Zealand tersebut.

Itu diakui Polda Papua dalam refleksi akhir tahun 2024 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Petrus Patrige Rudolf Renwarin, Selasa (31/12/2024). Kapolda menyebutkan pembebasan Pilot, aksi kekerasan bersenjata dan perang suku merupakan dua kejadian yang cukup melelahkan. 

“Dinamika perkembangan situasi dan kondisi kamtibmas di Papua seperti aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata dan perang suku, secara umum dapat dikendalikan dan dikondisikan dengan baik oleh anggota melalui pendekatan yang persuasif dan humanis serta bantuan dari  berbagai elemen masyarakat,” jelas Patrige.

Ia menyebut selama 2024 tercatat sebanyak 37 personel TNI-Polri menjadi korban KKB, baik penembakan maupun penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dan terluka.

“37 personel itu tercatat 16 anggota TNI gugur dan terluka, sisanya 11 orang anggota Polri, delapan orang diantaranya gugur. Untuk warga sipil tercatat 29 orang meninggal dan 27 orang lainnya luka-luka,” sambung Patrige.

Sementara itu untuk anggota KKB sendiri tercatat 27 orang meninggal dan 12 lainnya terluka. Lebih lanjut Kapolda menyampaikan pendekatan negosiasi menjadi faktor utama keberhasilan Polda Papua dalam mengendalikan dan mengkondisikan situasi kamtibmas di Papua, salah satu contoh pengendalian yaitu kasus perang suku di Puncak Jaya dan di beberapa daerah lainnya.

Kendati demikian Kapolda mengakui masih banyak hal–hal yang kurang dan belum terselesaikan oleh Polda Papua.

”Tentunya masih terdapat berbagai kekurangan yang harus kami perbaiki pada capaian kinerja Polri di tahun 2025,” tutupnya. (kar/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Masyarakat Pesisir Jadi Sasaran Serbuan Teritorial Kodaeral X

   Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi militer, melainkan akselerasi operasi bakti yang melibatkan TNI,…

15 minutes ago

Curanmor Dominasi Kejahatan di Kab.Jayapura, Mei Tertinggi Capai 61 Kasus

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…

15 hours ago

Polres Biak Amankan Belasan Kendaraan yang Dimodifikasi

Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…

16 hours ago

Anggaran Terbatas, Pemprov Papsel  Tunda Penambahan OPD

“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…

17 hours ago

Tekad Cawor Kembalikan Persipura ke Liga 1

Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…

18 hours ago

Pengemudi Ayla Merah Ditahan di Polresta Jayapura

   Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…

19 hours ago