

Klemens Hamo (FOTO:Priyadi/Cepos)
SENTANI-Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo mengatakan, peristiwa kebakaran yang terjadi di kompleks perkantoran Bupati Jayapura di Gunung Merah, Sentani, sudah terjadi 4 kali. Oleh sebab itu harus menjadi perhatian serius.
“Hal yang saat ini sudah terjadi dengan beberapa kali kebakaran di Komplek Perkantoran Bupati Jayapura, maka kami tidak boleh diam, kami minta harus ada evaluasi besar besaran dan menyeluruh,”ungkapnya, kepada wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Selasa (31/10)kemarin.
Klemens Hamo menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan pasca kebakaran di gedung D Kabupaten Jayapura yakni pertama melakukan tindakan pencegahan atau preventif. Kedua penyelesaian bisa diungkap kenapa kebakaran sering terjadi di kompleks perkantoran Bupati Jayapura harus diusut tuntas dan jika perlu untuk lebih mengoptimalkan keamanan kantor Bupati Jayapura maupun menjelang Pemilu 2024 bisa dibentuk Satgas Pengamanan Kantor Bupati dan Pemilu 2024.
“Kejadian kebakaran ini sudah tidak masuk akal bisa sering terjadi di kompleks perkantoran Bupati Jayapura karena ini merugikan pelayanan ke publik dan kinerja ASN juga terganggu lalu dalam membangun gedung yang terbakar akan menggunakan dana dari mana, apakah nanti kita minta pusat, jadi kita harus cari solusi yang tepat supaya ke depan tidak ada kejadian sama,”ucapnya
Sanksi tegas ini diberlakukan menyusul adanya insiden penagihan paksa oleh para oknum rentenir kepada kepala…
"Pendidikan dan pelatihan Paskibraka bukan sekadar proses mempersiapkan petugas pengibar Bendera Merah Putih pada upacara…
Penegasan tersebut disampaikan dalam siaran pers yang dikeluarkan ARKR Law Office & Associates sebagai respons…
Ekspedisi Patriot merupakan program kerjasama Undip dengan Pemerintah Kabupaten Keerom yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi…
Kasat Resnarkoba Polres Jayapura AKP Bima Nugraha Putra mengatakan, penerapan Restorative Justice dilakukan secara selektif…
Insiden maut ini mengakibatkan satu orang penumpang mengalami luka berat dan sembilan lainnya—termasuk dua anak…