Categories: BERITA UTAMA

Alot, Warga Bersikeras Tak Mau Buka Palang, Aktivitas Pemkot Lumpuh?

JAYAPURA- Diskusi alot terjadi antara pemerintah Kota Jayapura dan pihak dari masyarakat adat yang melakukan pemalangan terhadap akses jalan menuju kantor pemerintahan otonom Pemkot Jayapura.

Pemerintah menginginkan agar pihak pemilik ulayat membuka palang jalan itu, karena sangat mengganggu aktivitas para pegawai yang melakukan pelayanan terhadap masyarakat di sejumlah instansi di kantor otonom.

“Kami mohon supaya palang ini dibuka, karena para pegawai harus melaksanakan kegiatan pelayanan di kantor atas. Untuk persoalan ini kita akan pertemuan secepatnya, karena ada beberapa pihak yang akan kita undang. Ada dari provinsi, pertanahan, juga dari pihak PT Bintang Mas,” ujar Dr. Frans Pekey, di hadapan masyarakat dan pegawai yang hadir dalam proses dialog tersebut.

Frans Pekey menyebut, secara kepemilikan dokumen, Pemkot sudah mengantongi beberapa surat tanah, namun hal itu tidak membuat Pemkot langsung mengambil langkah tegas.

Pemkot masih menggunakan cara persuasif dalam penyelesaian persoalan tersebut.
Pemerintah Kota Jayapura menjanjikan akan menyelesaikan persoalan itu melalui pertemuan dengan sejumlah pihak dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

“Kita kasih waktu sampai dua minggu itu paling lama, tetapi kita upayakan mulai sekarang dan satu minggu ini ke depan. Karena kita tidak tahu mungkin ada pejabat yang keluar daerah saat kita undang,” jelas Pekey.

Sementara itu pihak pemilik ulayat yang diwakilkan oleh Ibu Loisa Suwae Hamadi menegaskan tidak akan membuka palang di jalan masuk kantor otonom itu sampai ada pembicaraan dengan pemerintah Kota Jayapura.

Pihaknya hanya membolehkan aktivitas perkantoran di kantor otonom berjalan seperti biasa meskipun sesaat sebelumnya, aktivitas pelayanan di kantor pemerintahan otonom juga dilarang.

“Karena mereka (pemerintah) sudah mohon ke kita sampai tiga kali, ya kita juga punya hati. Tetapi untuk palang ini, tidak akan dibuka sampai ada pembicaraan dan kami minta secepatnya waktu 2,3 hari ke depan tidak boleh lama-lama,” tambahnya. (roy).

Juna Cepos

Recent Posts

Wabup Jayawijaya Sebut Ada Oknum yang Ingin Wamena Tidak Aman

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meyatakan setelah mengikuti perkembangan pasca konflik yang terjadi…

12 hours ago

Kerentanan Sosial Muncul ketika Masyarakat Tidak Menghargai Budaya Setempat

   Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…

15 hours ago

Rental Playstation Pasar Entrop Jadi Kedok Jualan Ganja dan Miras

   Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…

16 hours ago

Asosiasi Peternak Ayam Petelur Minta SE Gubernur Papua Dijalankan

  Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…

17 hours ago

Pemuda Katolik Harus Teguh dalam Iman, Nyata dalam Karya

   Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…

18 hours ago

Gugatan Praperadilan Mantan Kadis Perumahan dan Pemukiman Jayawijaya Ditolak

Berdasarkan informasi yang terima dari penyidik Polda Papua terkait dengan praperadilan yang diajukan dari pihak…

21 hours ago