Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, mengapresiasi Festival Colo Sagu sebagai langkah konkret dalam pelestarian pangan lokal. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan mendorong pengembangan lahan sagu agar bisa memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Papua.
“Ke depan, kami akan mengajak kaum milenial dan konten kreator untuk terlibat aktif dalam mempromosikan sagu. Harapannya, sagu tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga menjadi komoditas ekonomi yang bisa bersaing di pasar lokal maupun global,” ungkapnya.
Ramses juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan dan pengolahan sagu agar memiliki kualitas dan kuantitas yang mampu bersaing dengan produk pangan lainnya di pasaran. “Dengan pengelolaan yang baik, sagu bisa diminati tidak hanya oleh masyarakat Papua, tapi juga secara nasional bahkan internasional,” tutupnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus,…
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai…
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah…