“Kami sudah menyurat ke Kapolres, agar para binaan kami ini dibantu, yaitu diajukan ke Bupati Jayapura, agar ada Perda yang dibuat untuk mewajibkan setiap perbankan, pertokoan atau perusahaan lainnya wajib menggunakan ukiran kulit kayu asli dari Asei Besar, untuk dijadikan pajangan, sebagai bentuk turut mewariskan budaya yang ada di Kabupaten Jayapura, khususnya di Sentani,” terangnya.
Sementara, Arianti salah seorang perajin Kulit Kayu dari Kampung Asei Besar menjelaskan, pihaknya sangat berterimakasih kasih atas upaya Polsek Sentani Timur yang telah mengikutsertakan para perajin kulit kayu Kampung Asei Besar, mengikuti pameran UMKM.
“Dengan pameran ini, secara otomatis membantu kami untuk mempromosikan hasil kerajinan yang telah kami kerjakan selama ini,” katanya. Diakuinya, untuk produksi setiap hari pasti dilakukan, tetapi untuk penjualan atau pasaran, dirinya dan kelompok lainnya sangat kesulitan.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini sangat membantu, kami harapkan kedepannya terus dilakukan event-event seperti ini, untuk membantu kami dalam hal pemasaran produk,” pungkasnya. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali. Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…
Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya sejumlah kendaraan bermotor dengan modus pelaku…
ali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan pentingnya penataan administrasi kependudukan di wilayah Distrik Muara Tami…