“Kami sudah menyurat ke Kapolres, agar para binaan kami ini dibantu, yaitu diajukan ke Bupati Jayapura, agar ada Perda yang dibuat untuk mewajibkan setiap perbankan, pertokoan atau perusahaan lainnya wajib menggunakan ukiran kulit kayu asli dari Asei Besar, untuk dijadikan pajangan, sebagai bentuk turut mewariskan budaya yang ada di Kabupaten Jayapura, khususnya di Sentani,” terangnya.
Sementara, Arianti salah seorang perajin Kulit Kayu dari Kampung Asei Besar menjelaskan, pihaknya sangat berterimakasih kasih atas upaya Polsek Sentani Timur yang telah mengikutsertakan para perajin kulit kayu Kampung Asei Besar, mengikuti pameran UMKM.
“Dengan pameran ini, secara otomatis membantu kami untuk mempromosikan hasil kerajinan yang telah kami kerjakan selama ini,” katanya. Diakuinya, untuk produksi setiap hari pasti dilakukan, tetapi untuk penjualan atau pasaran, dirinya dan kelompok lainnya sangat kesulitan.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini sangat membantu, kami harapkan kedepannya terus dilakukan event-event seperti ini, untuk membantu kami dalam hal pemasaran produk,” pungkasnya. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…