Categories: PARIWARA

Minta Pemda, APH, Stakeholder, Badan Usaha Peduli Jamsos Ketenagakerjaan

“Ditempat yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Papua Jayapura, Sirta Mustakiem, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Papua. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa masyarakat di Papua mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan yang optimal.

Dijelaskan, BPJS Ketenagakerjaan Papua membawai tiga wilayah kerja di Papua Raya yakni  Provinsi Papua Papua, Provinsi Pegunungan dan Provinsi Selatan, memilki kantor Cabang di Merauke dan ada Kancab Biak. Dan BPJS Ketenagakerjaan juga telah melakukan kerjasama dengan 31 Rumah Sakit melalui, Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

“Sebagai badan penyelenggara jaminan sosial, kami berkomitmen untuk transparan. Salah satu contohnya adalah pembayaran klaim yang telah kami lakukan di tahun 2024, yang mencapai total Rp 277 miliar di seluruh Provinsi Papua. Ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan kepada anak-anak dari pekerja yang mengalami kecelakaan kerja atau kehilangan orang tua mereka, melalui program beasiswa yang kami sediakan.”ujarnya.

Bahwa BPJS Ketenagakerjaan melindungi semua pencari nafkah, mulai dari pekerja formal, pekerja informal, pekerja jasa konstruksi sampai dengan pekerja migran Indonesia. Menurutnya, dari sekitar 1 juta penduduk di Papua, sebanyak 240 ribu merupakan pekerja. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu pekerja formal yang berjumlah 102 ribu dan pekerja informal yang berjumlah 137 ribu. Namun, hanya sekitar 49 persen dari pekerja formal yang telah dilindungi oleh jaminan sosial.

Masih banyak perusahaan yang belum memahami pentingnya melindungi pekerja mereka, sehingga ada pekerja magang, harian lepas, dan tenaga kerja lainnya yang belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Lebih  lanjut, kondisi pekerja informal di Papua sangat memprihatinkan. Dari total 137 ribu pekerja informal, hanya sekitar 24 ribu yang telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, yang berarti hanya sekitar 18 persen saja.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Olahan Ikan Papua Tembus Amerika, Nelayan Lokal Jadi Penopang

   Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengatakan penerimaan pasar Amerika…

21 hours ago

​Dibatasi Waktu, Tiap OPD Diminta Segera Lakukan Aksi dan Evaluasi

  Karena itu Rustan, mengingatkan para pimpinan OPD bahwa dokumen DPPA yang diterima bukanlah sekadar…

22 hours ago

BPN Papua Tekankan Perlindungan Lahan Pangan dan Tanah Adat

   Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Papua Roy Wayoi di Jayapura, Jumat, mengatakan perlindungan lahan…

23 hours ago

Pemkot Jayapura Dorong Peran Pemuda Melestarikan Budaya Lokal

   Selain fokus memperkuat kerja sama antardaerah, Abisai menggarisbawahi pentingnya melibatkan generasi muda dalam upaya…

1 day ago

Lindungi Lumbung Pangan Muara Tami dari Alih Fungsi Lahan

    ​Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, menegaskan bahwa Perda…

1 day ago

Pemprov Papua Tingkatkan Pemerataan Energi dan Tata Kelola Tambang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus meningkatkan pemerataan akses energi dan membenahi tata kelola pertambangan sebagai…

1 day ago