Ketua Kafilah Provinsi Papua, Dr. Karsudi, menyampaikan bahwa kafilah Papua mengikuti dua cabang utama, yakni Tilawah Al-Qur’an (golongan anak-anak dan dewasa, putra-putri) serta Hifdzil Al-Qur’an (1, 5, 10, dan 20 juz, putra-putri).
“Kehadiran Papua di STQH bukan sekadar kompetisi, melainkan syiar Islam untuk memperkuat kerukunan dan daya saing, dan senantiasa menjaga nama baik dan citra positif Papua dengan keikhlasan dan kebersamaan,” terangnya.
Muhammad Rum Ramadhan, sebagai pelatih Febrian, bersyukur atas capaian ini meski persiapan berlangsung singkat. Ia menyebut keberhasilan Febrian sebagai bukti bahwa Papua patut diperhitungkan di ajang nasional dan berharap pembinaan LPTQ Papua semakin intensif menuju MTQ Nasional 2026. Febrian pun mengungkapkan rasa syukur serta berharap LPTQ terus membina Qori dan Qoriah muda agar mampu mengharumkan nama Papua di tingkat nasional. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…